YANGON, KAMIS- Tim nasional Indonesia memastikan diri lolos ke babak semifinal turnamen Piala Grand Royal Challenge 2008 setelah menyikat Bangladesh 2-0 (2-0) pada laga penyisihan Grup A di Stadion Thuwunna Youth Training Centre, Yangon, Myanmar, Kamis (13/11).
Striker debutan, Talaohu Abdul Musafri, mencetak gol perdana untuk tim nasional pada menit ke-45 setelah mendapat umpan Arif Suyono dari sayap kanan. Satu gol lainnya dicetak gelandang Firman Utina pada menit ke-11, memanfaatkan bola muntah dari hadangan kiper Bangladesh, Mohammad Aminul Haq.
Kemenangan itu memastikan Indonesia lolos ke semifinal mengingat Grup A hanya berisikan tiga tim, termasuk tuan rumah Myanmar. Dengan hasil seri 0-0 laga Myanmar versus Bangladesh pada Selasa lalu, tiga poin dari melawan Bangladesh cukup mengantarkan tim "Merah-Putih" ke semifinal.
Pelatih Benny Dollo memasang duet Aliyudin-Musafri di lini depan. Dengan pola 4-4-2, lini tengah ditempati Firman Utina sebagai gelandang serang dan Ponaryo Astaman sebagai gelandang bertahan. keduanya diapit M Ilham di kiri dan Arif Suyono di kanan.
Di lini belakang, jantung pertahanan dijaga duet bek tengah Charis Yulianto-M Robby, Isnan Ali di kiri, dan Ismed Sofyan di kanan. Mistar dijaga kiper Markus Horison.
Dalam rangking terbaru FIFA per 12 November 2008, Indonesia berada di peringkat 132, Bangladesh di peringkat 181. Dengan materi pemain dan teknik permainan satu kelas di atas Bangladesh, Indonesia tampil dominan pada laga tersebut.
Sejak menit-menit awal, mereka begitu leluasa memainkan bola antarlini dan menekan lawan. Pada menit ke-4, Musafri mendapat sodoran bola dari Firman Utina yang menusuk kotak penalti, tetapi bola sontekan Musafri diblok kiper Aminul Haq.
Setelah melakukan beberapa tekanan, Indonesia memetik gol pertama melalui kaki Firman Utina.
Sejak itu, pasukan Benny Dollo tidak kendur menekan lawan dan mencetak beberapa peluang, antara lain lewat sundukan bek Charis Yulianto dan tendangan bebas Ismed Sofyan.
Tendangan Ismed dari sisi kiri lapangan pada menit ke-29 itu membentur pojok kiri mistar gawang Bangladesh. Setelah bermain 30 menit, tekanan Indonesia mulai mengendur dan terlihat kehilangan ketajaman.
Charis Yulianto dan kawan-kawan sebenarnya sering menguasai bola dan menekan lawan hingga area kotak penalti. Akan tetapi, banyak kesempatan serangan itu terbuang sia-sia akibat tendangan atau umpan pemain Indonesia yang tanpa arah.
Begitu juga saat mendapat serangan balik, pasukan Benny Dollo itu tidak memiliki visi gempuran yang mematikan. Serangan balik hanya bisa mereka lakukan lewat gerakan solo Aliyudin, seperti pada menit ke-66.
Di babak kedua, Indonesia kembali meningkatkan daya gempurnya dan menghasilkan sejumlah peluang, antara lain, melalui Musafri, Aliyudin, M Ilham, dan lain-lain. Tendangan Ismed Sofyan pada menit ke-85 kembali membentur mistar gawang Bangladesh. Yang perlu mendapat perhatian Benny Dollo dari laga tersebut adalah cara bertahan pemainnya.
Tim Merah-Putih juga sering kesulitan membaca arah serangan lawan. Hal itu misalnya dilakukan Charis yang beberapa kali gagal mengantisipasi gerakan striker Bangladesh dan ceroboh dalam memberikan umpan.
Partisipasi Indonesia di turnamen Piala Grand Royal Challenge 2008 merupakan bagian dari persiapan pasukan Benny Dollo menjelang Kejuaraan Sepak Bola Antarnegara ASEAN atau Piala AFF 2008, Desember mendatang.
Indonesia akan kembali berlaga melawan tuan rumah Myanmar, Sabtu mendatang. Myanmar minimal harus bermain seri untuk lolos ke semifinal.
Hasil Laga dan Klasemen Sementara:
Grup A
11 November: Myanmar vs Bangladesh 0-0
13 November: Bangladesh vs Indonesia 2-0
15 November: Myanmar vs Indonesia
Klasemen
Indonesia 1 1 0 0 2-0 3
Myanmar 1 0 1 0 0-0 1
Bangladesh 2 0 1 1 0-2 1
Grup B
12 November: Vietnam vs Malaysia 0-3
14 November: Malaysia vs Ulsan Hyundai Horang-i
16 November: Ulsan Hyundai Horang-i vs Vietnam
Klasemen
Malaysia 1 1 0 0 3-0 3
Ulsan Hyundai Horang 1 0 0 0 0 0-0 0
Vietnam 1 0 0 1 0-3 0
Samsul Hadi
Dibaca : 7098 | Dikomentar : 38