Krisis Mulai Menggigit Sepak Bola
West Ham United menutup logo di bagian depan seragam pemain menyusul bangkrutnya perusahaan biro perjalanan terbesar ketiga Inggris, XL, yang menjadi sponsor mereka, beberapa waktu lalu. Krisis keuangan mulai mengganggu klub-klub sepak bola.
Sabtu, 11/10/2008 | 05:05 WIB

Dengan begitu banyaknya liputan sepak bola di media massa Inggris, rasanya penggemar sepak bola tidak perlu diingatkan lagi jika ada pertandingan. Apalagi apabila pertandingan itu melibatkan tim nasional Inggris.

Namun, akhir September lalu, ketika akan berlangsung pertandingan persahabatan melawan Ceko di Wembley, iklan seperempat halaman dipasang di beberapa media massa di London, mendesak penonton agar datang. Harga karcis diturunkan menjadi hanya 30 poundsterling, padahal biasanya sekitar 50 poundsterling.

Di babak pertama Piala Carling antara Arsenal dan Sheffield United, yaitu saat ”The Gunners” akhirnya menang telak 6-0, Arsenal juga memasang iklan, dengan karcis 5 poundsterling bagi anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Padahal biasanya, karcis pertandingan seperti ini berkisar 20 hingga 60 poundsterling.

Sudah bertahun-tahun iklan di media massa seperti itu tidak pernah ada karena pemberitaan sehari-hari sudah merupakan iklan gratis bagi klub sepak bola. Barangkali bedanya adalah krisis ekonomi dunia mulai meresap ke dalam dunia olahraga Inggris.

Di depan kostum tim West Ham sekarang ini hanya dipasang nomor pemain. Ini menyusul bangkrutnya perusahaan biro perjalanan terbesar ketiga Inggris, XL, beberapa waktu lalu.

Selain uang sponsor yang belum dibayar, West Ham sekarang harus juga menjual murah kaus replika klub tersebut.

Menurut laporan harian Inggris, The Times, kaus itu sekarang dijual murah, sekitar Rp 180.000, dari harga resminya sekitar Rp 600.000. Itu pun tidak banyak yang membeli.

”Sekarang pertanyaannya bukan apakah krisis ini akan melanda dunia olahraga atau tidak, sekarang tinggal kapan, di mana, dan siapa yang paling menderita,” kata John Taylor, Direktur Utama Sports Impact, sebuah konsultan masalah sponsor.

Menurut berbagai pihak, sekarang ini karena berlangsung di tengah musim kompetisi, dampak krisis itu tidak begitu besar. ”Namun, semua itu baru akan tampak ketika sebuah kontrak harus dirundingkan kembali karena masanya sudah habis. Atau ketika diperlukan mencari sponsor baru.” lanjut Taylor.

Klub Arsenal, yang dua tahun lalu pindah ke Stadion Emirates, dilaporkan kesulitan untuk menjual apartemen mewah yang dibangun di kawasan stadion tersebut.

Dilaporkan banyak pembeli yang dulunya sudah memesan sekarang ingin merundingkan kembali harganya, ataupun membatalkan pemesanan sama sekali.

Ini tidak mengherankan karena sebagian besar pembeli itu adalah investor dari sektor keuangan. Dengan kebangkrutan lembaga keuangan seperti Lehman Brothers yang memakan korban sekitar 4.000 karyawan di kota London, perasaan khawatir di kalangan perbankan membuat mereka mulai memikirkan investasi yang kurang esensial saat ini.

Klub seperti Arsenal, Manchester United, atau Liverpool yang berprestasi cukup baik dan memiliki struktur bisnis yang mapan, mungkin tidak akan terlalu khawatir dengan krisis keuangan. Demikian juga dengan klub dengan pemilik miliuner, seperti Chelsea dan Manchester City.

Namun, klub papan tengah yang tahun-tahun belakangan berambisi besar dan menghabiskan banyak dana untuk membeli pemain mahal sekarang harus memotong rencana tersebut.

Krisis di tubuh Newcastle United juga disebabkan krisis ekonomi. Pemilik klub tersebut, Mike Ashley, sebenarnya ingin manajer yang sekarang sudah berhenti, Kevin Keegan, dapat mengikuti jejak Manajer Arsenal Arsene Wenger membeli pemain muda, murah, dan membina sendiri.

Oleh karena itu, Ashley mengangkat mantan pemain Chelsea, Dennis Wise, untuk menjadi Direktur Sepak Bola klub tersebut, dengan tanggung jawab membeli pemain.

Pertentangan antara Ashley dan Keegan memuncak, menurut sumber di klub tersebut hal itu karena Keegan malah mengajukan pembelian pemain-pemain top, seperti Ronaldinho dan Kaka.

”Mike Ashley sebagai pengusaha tahu bahwa kami mesti berhemat. Eh Keegan malah mengajukan usulan pembelian pemain-pemain top yang sudah hampir berakhir kariernya. Kami tidak tahu apakah dia sengaja melakukan hal tersebut, supaya punya alasan untuk mundur.”

Akibatnya, Keegan betul-betul mengundurkan diri dan Mike Ashley dipaksa untuk menjual klub tersebut karena banyak pendukung klub tersebut yang marah.

Pendapatan utama Liga Utama Inggris adalah dari hak siar teve yang dipegang oleh BSkyB di Inggris.

Menurut berbagai kalangan, mau tidak mau, dalam setahun ke depan, jaringan teve ini akan terpengaruh dengan jumlah pemasang iklan yang mau mensponsori mereka. Apabila mereka pun mengalami kesulitan keuangan dan tidak cukup banyak penonton hadir di stadion untuk mendukung klub mereka, di titik pertemuan itu sepak bola Inggris ada di jurang bahaya.

Dalam beberapa tahun belakangan, yang sering muncul adalah kenaikan gaji para pemain Liga Utama dan koleksi mobil yang mereka miliki. Mereka adalah pihak pertama yang menikmati ketika ekonomi tumbuh pesat dan penonton memenuhi stadion.

Menarik dilihat tahun depan, apakah klub terpaksa merundingkan ulang kontrak mereka, Porsche harus digadaikan untuk digantikan Toyota atau Honda. (L Sastra Wijaya, Produser BBC Siaran Indonesia di London)

Dibaca : 6473 | Dikomentar : 6

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
Nilai 9 A A A
komentar anda
DADADHOOM @ Rabu, 15 Oktober 2008 | 00:15 WIB
makanya, ga usah sombong dengan liga terbaik di dunia. Ataupun liga yang mencetak pemain-pemain mahal... Rasakan akibatnya dengan kerakusan mu....
arsenal.indonesia @ Selasa, 14 Oktober 2008 | 17:12 WIB
arsenal emang kena krisis... tapi lu tau ga..? Chelsea klub inggris yg paling banyak utang... sampe2 si bos minyak lu itu mo jual2 pemain buat nutup utang2nya... makanya baca berita bosss.....
Skydrugz @ Senin, 13 Oktober 2008 | 06:14 WIB
Pada akhirnya kapitalisme memaksa sepakbola ikut tersungkur bersamanya. Sayang sekali.
Chelsea-Mania @ Sabtu, 11 Oktober 2008 | 23:31 WIB
Yang penting Chelsea ga kna krisis.... MU ma Arsenal aje kna krisis....
Odessa @ Sabtu, 11 Oktober 2008 | 11:03 WIB
Yah, penyedot uang terbesar sih, lucu juga nanti statusnya pemain bola seperti budak didalam tengah gladiator.. yang ditonton banyak orang.
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code