PSIS vs PSMS Ricuh, Wasit Diganti
Manajer PSIS Semarang Yoyok Sukawi menyerang wasit Sunarjo Joko, yang memimpin pertandingan antara tuan rumah PSIS Semarang dan PSMS Medan dalam pertandingan Indonesia Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/10). PSIS Semarang berkilah bahwa tindakan mereka lakukan karena merasa tidak puas terhadap kepemimpinan wasit Sunarjo Joko. Dalam pertandingan tersebut, kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1.
Artikel Terkait:
Kamis, 9/10/2008 | 22:23 WIB

SEMARANG, KAMIS - Pertandingan antara PSIS Semarang antara PSMS Medan pada lanjutan kompetisiIndonesia Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (9/10), berakhir imbang dengan skor 1-1. Laga ini sempat diwarnai kericuhan akibat kepemimpinan wasit Sunarjo Joko yang mengecewakan sehingga diganti oleh wasit lain di babak kedua.

"Ayam Kinantan" sebagai tim tamu unggul lebih dulu melalui penalti Leonardo Martins pada menit ke-27. Penalti tersebut diberikan wasit karena handsball kapten PSIS Idrus Gunawan di dalam kotak terlarang.

Sepanjang babak pertama, PSIS menilai wasit berlaku tidak adil. Dua kali Sunarjo membuat keputusan yang merugikan tuan rumah. Ketika pemain PSMS melakukan pelanggaran di kotak penalti, Sunarjo tidak meniup peluit tanda pelanggaran. Selanjutnya, pemain PSMS juga melakukan handsball di daerah terlarang, tapi wasit memilih diam.

Karena kesal, begitu turun minum, Manajer PSIS Semarang Yoyok Sukawi sempat menghampiri dan mencoba menyerangnya. Petugas keamanan kemudian mengamankan wasit dari kejadian lebih lanjut. "Keterlaluan, tim kami jelas dirugikan," ucap Yoyok seusai pertandingan.

Kekecewaan pihak PSIS tak berakhir sampai di situ. Pendukung PSIS atau "Panser Biru" bahkan melemparkan tempat sampah ke arah wasit ketika ia dituntun keluar lapangan dengan kawalan polisi yang melindunginya dengan tameng. 

Setelah insiden tersebut, pertandingan sempat tertunda selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya, pihak PSIS meminta panitia pelaksana untuk mengganti wasit Sunarjo. Babak kedua akhirnya dimulai setelah Sunarjo diganti oleh wasit Deri Koswara.

Pada babak ini, PSIS mencoba menekan pertahanan tamunya. Beberapa pemain mencoba melakukan tembakan jarak jauh, tetapi kiper PSMS Ghali Sudaryono berhasil mementahkannya.

Kemenangan PSMS yang sudah di depan mata akhirnya lenyap setelah penyerang PSIS Gaston Castono dijatuhkan bek PSMS Patricio Zimenez di kotak terlarang sembilan menit sebelum bubar. Gaston berhasil mengeksekusi penalti tersebut dan menyamakan skor.

 

ILO

Dibaca : 4806 | Dikomentar : 35

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
Nilai 3.6 A A A
komentar anda
randa @ Senin, 20 Oktober 2008 | 14:06 WIB
haloo boss klo berani ajak adu jotos berdua sj... anda tidak merasakan bagaimana rasanyamenjadi wasit. tidak ada wasit yang tidak adil, mungkin beliau khilaf. saya juga sebagai seorang wasit sedih melihat perilaku2 seperti yang anda perbuat.
karyono @ Sabtu, 18 Oktober 2008 | 11:23 WIB
perlu sekali wasit-wasit indonesia sekolah lagi
benny yunawan @ Minggu, 12 Oktober 2008 | 18:30 WIB
Sudah saatnya wasit di indonesia di kursuskan di itali.. coz.. wasit koq sering bikin salah.. apalagi saat tampil di TV bayangkan seluruh masyarakat yg gi nonton bola di TV.. bikin malu aja.. masyarakat tuch sekarang dach pinter... jadi ga bisa diboongi ama PSSI... weleh-weleh... kalau pingin nonton bolanyaman yach akar masalah tuch dipelototin.. kalau wasit yg salah.. yach di hukum lah.. coba pssi pakai sistem degradasi buat wasit indonesia wkwkwkw.. bisa ga yach...
Stephen @ Sabtu, 11 Oktober 2008 | 22:36 WIB
Sangat memalukan apabila sepakola Indonesia diwakili oleh orang2 semacam ini... Sangat memalukan apabila kekerasan seolah2 menjadi budaya bangsa Indonesia. Mending bubar saja sepakbola indonesia, tidak bermutu sama sekali... lebih banyak memakan biaya dan korban jiwa daripada menuai prestasi.... cuih
Stephen @ Sabtu, 11 Oktober 2008 | 22:35 WIB
PSSI harus tegas nih. Wasit sih boleh aja salah, tp bok ya gak maen pukul2an, seharusnya ada cara yang lebih diplomatis untuk memprotes wasit... gimana para pemain gak suka tawuran wong pelatihnya aja lulusan STPDN begini..
35 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code