
PADA era akhir 1980-an dan awal 1990-an, sepakbola Napoli merasakan keajaiban. Hadirnya Diego Armando Maradona membuat klub kecil nan miskin itu menjuarai Piala UEFA 1988-89 dan Liga Serie-A musim 1986-87 dan 1989-90. Kini, keajaiban baru dirasakan Napoli. Setidaknya, itu kata Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis dan Manager Umum Pierpaolo Marino.
Sukses Napoli mengalahkan Panionios 1-0 pada pertandingan Piala Intertoto, Sabtu (26/7), memang prestasi yang besar buat klub tersebut. Secara agregat, Napoli menang 2-0 dan lolos ke Piala UEFA. Dan, itu terasa datang begitu cepat. Seperti keajaiban jilid kedua di kota itu. Sebab, di musim 2005-06, Napoli masih berada di Liga Serie-C. Mereka sukses juara dan promosi ke Serie-B 2006-07. Napoli kembali sukses dan promosi ke Serie-A 2007-08 dengan posisi di urutan ke-8 klasemen akhir. Posisi yang memberinya tiket ke Piala Intertoto.
Dari Piala Intertoto itu, Napoli kini meloncat ke Piala UEFA. Sebuah kompetisi antarklub Eropa kelas dua yang cukup bergengsi.
"Saya tak pernah berpikir negatif dan selalu melihat dari sisi positif," kata De Laurentiis seusai Napoli menang atas Panionios.
"Kami memang tak boleh kalah (lawan Panionios). Tim telah mencurahkan segala yang mereka miliki di lapangan dan itu tak mengecewakan 60.000 pendukung yang hadir di Stadion San Paolo, juga jutaan pendukung lain di seluruh dunia," tambahnya.
"Hasyrat kami begitu besar untuk kembali ke kompetisi Eropa dan kehausan kami tak bisa ditunda lagi untuk dipuaskan," ujarnya lagi.
Napoli akan melewati babak kualifikasi Piala UEFA putaran kedua yang akan digelar pada 14 dan 28 Agustus nanti. Ini pengalaman pertama Napoli mengikuti kompetisi itu dalam 14 tahun terakhir. Kemenangan atas Panionios berkat gol Mariano Bogliacino pada leg pertama di Atena. Sedangkan gol kedua di kandang sendiri dicetak Marek Hamsik.
"Saya sangat bahagia dengan keberadaan Hamsik dan segala yang telah dia lakukan di Napoli. Itu cara yang terbaik buatnya untuk merayakan ulang tahun ke-21. Saya juga terkesan dengan permainan Inacio Pia yang menggoyang pertandingan dengan energinya. Tapi, kami juga prihatin karena Bogliacino kini cedera dan kami berharap itu tak terlalu serius, karena dia pemain penting bagi kami," puji De Laurentiis.
Cerita sukses Napoli memang luar biasa. Sebab, pada 2004, klub itu mengalami kebangkrutan. Karena kebangkrutan itu mereka harus bermain di Serie-C. Namun, pemilik baru De Laurentiis mencoba membangun kembali klub tersebut. Dan, ternyata kebangkitan Napoli begitu pesat, seperti sebuah keajaiban.
"Coba pikirkan, dua tahun dan dua bulan lalu, kami masih bermain di Serie-C. Sekarang kami tampil di Piala UEFA. Saya kira partisipasi Napoli di babak kualifikasi Piala UEFA itu adalah prestasi yang sangat luar biasa. Bahkan, kami merasa ini sebuah keajaiban jika ditilik perjalanan kami sejak di Serie-C," tutur Pierpaolo Marino.
"Kami semua harus berterima kasih atas kerja keras semua pemain yang dengan bangga dan setia mengenakan kostum Napoli dalam waktu yang lama. Kami memang telah melakukan misi kamikaze dan berhasil. Saya tak mau tidur, kecuali akan bermimpi indah," tambahnya. (CH4/HPR)
Dibaca : 9766 | Dikomentar : 25
HPR