
MANCHESTER, RABU – Niat Manchester City memboyong Jo dari CSKA Moskwa terganjal oleh kekhawatiran English Premier League (EPL). The Citizens sebetulnya sudah sepakat memboyong striker bernama lengkap Joao Alves de Assis Silva itu dengan harga 18 juta poundsterling atau Rp322 milliar. Sayangnya, EPL menghalangi transfer ini karena mereka khawatir kasus Carlos Tevez kembali berulang.
Sebagaimana Tevez, Jo juga menjadi milik Media Sport Investment atau MSI. Jo juga bermain di klub Brasil, Corinthians, klub yang sama dengan Tevez sebelum pindah ke West Ham United. West Ham akhirnya harus menanggung denda sebesar 5,5 juta poundsterling atau senilai Rp 98,4 miliar karena Javier Mascherano dan Carlos Tevez terbukti dimiliki pihak ketiga yaitu MSI. Demi menghindari terulangnya kasus serupa, EPL memutuskan mengadang transfer Jo dari CSKA ke City.
"Kami amat memahami situasi yang terjadi pada Jo dan peraturan kami amat jelas. Dalam rapat Premier League yang dilangsungkan dua pekan lalu, telah disepakati bahwa kepemilikan dari pihak ketiga tidak diizinkan," juru bicara Premier League, Dan Johnson.
"Situasi seperti ini memang dimungkinkan terjadi di Spanyol dan Portugal, tapi kami sepakat kalau hal itu tidak bisa ditoleransi di sini. Kepemilikan dari pihak ketiga bisa menganggu integritas kompetisi dan hal itu kami anggap sesuatu yang illegal," lanjut Johnson.
MSI tampaknya acuh tak acuh dengan peraturan EPL ini. Pemilik MSI, Kia Joorabchian nekat terbang ke Thailand untuk bertemu pemilik City, Thaksin Shinawatra. Keduanya membicarakan transfer Jo. Meski belum ada hasil akhir dari negosiasi itu, bisa dipastikan Jo bakal menandatangani kontrak di City dalam dua pekan ke depan.
Jo baru bisa bergabung ke Stadion City of Manchester jika CSKA dapat membuktikan bahwa penyerang berusia 21 tahun itu tidak dimiliki oleh pihak ketiga. (SUN/YUD)
Dibaca : 6680 | Dikomentar : 1
YUD