
TURKI menunjukkan semangat bertarung yang luar biasa saat melawan Republik Ceko di partai terakhir penyisihan Grup A Piala Eropa 2008, Senin (16/6) dinihari WIB. Sempat tertinggal 0-2, tim besutan Fatih Terim itu bisa membalikkan keadaan dan akhirnya menang 3-2 untuk memastikan diri tampil di perempatfinal.
Namun, usaha Turki bisa saja menjadi sia-sia jika tak memiliki pemain setenang dan sejenius Nihat Kahveci. Penampilan striker dengan tinggi 175 cm itu sangat impresif dan memesona, termasuk dua golnya dalam tempo dua menit saat pertandingan tersisa tiga menit, sehingga tak salah jika Nihat menjadi bintang lapangan dalam pertandingan yang berlangsung di Stade de Geneve.
Ya, predikat pahlawan pantas disandang pemain kelahiran Istanbul, 23 November 1979 itu. Sebagai kapten tim, dia mampu mengangkat moral rekan-rekannya yang sempat terempas setelah gawang mereka kebobolan dua kali oleh sundulan Jan Koller pada menit ke-34, serta sontekan Jaroslav Plasil pada menit ke-62.
Striker yang melakukan debutnya bersama Turki pada tahun 2000 saat melawan Swedia, terus menunjukkan semangat bermain yang tak pernah padam. Sepanjang pertandingan yang disertai hujan itu, dia tak henti-hentinya berlari untuk menjemput bola, sambil mencari celah untuk mencetak gol balasan.
Benar saja, pada menit ke-75 Turki berhasil mencetak gol balasan. Meskipun bukan darinya, tetapi striker yang pada 16 Mei 2006 lalu setuju bergabung dengan Villarreal itu punya kontribusi untuk mengacaukan barisan pertahanan Ceko sehingga tak sempurna menghalau bola umpan silang dari sayap kanan.
Alhasil, si kulit bundar jatuh di kaki Arda Turan. Tanpa pengawalan ketat, Turan yang menjadi penentu kemenangan Turki saat menaklukkan tuan rumah Swiss 2-1 pada partai kedua penyisihan grup itu melepaskan tendangan ke pojok kiri gawang Ceko tanpa bisa dihalau kiper nomor satunya, Petr Cech.
Inilah titik balik kesuksesan Turki yang menjadi peringkat tiga Piala Dunia 2002. Mereka terus mengurung pertahanan Ceko yang kesulitan keluar dari tekanan, sehingga peluang demi peluang terus berdatangan.
Akhirnya, pada menit ke-87 Turki bisa menyamakan skor lewat sontekan Nihat. Meskipun sedikit berbau keberuntungan karena 100 persen kesalahan Cech yang tak sempurna menangkap bola umpan silang dari sayap kanan, namun gol ini juga tak lepas dari naluri striker yang dimiliki Nihat.
Pemain yang mencetak 57 gol dalam 115 penampilannya bersama Real Sociedad pada musim 2002 hingga 2006 itu berada dalam posisi dan situasi yang tepat. Ketika bola terlepas dari tangkapan Cech, Nihat langsung menyambarnya untuk membuat skor jadi 2-2.
Drama di pertandingan pamungkas Grup A itu belum selesai. Hanya berselang dua menit, Nihat yang mendapat julukan The Litte saat berpasangan dengan The Large (Darko Kovacevic) di Sociedad, menunjukkan kelasnya sebagai striker kelas dunia.
Mendapat umpan terobosan dan lolos dari jebakan offside, Nihat dengan tenang mengarahkan bola ke sisi kiri atas gawang Ceko. Meskipun Cech berusaha menutup ruang tembaknya, tetapi Nihat dengan tepat membidik sasarannya dari luar kotak penalti dan bola lebih dulu membentur mistar sebelum memantul ke dalam gawang.
Tak pelak, suporter Turki yang memadati Stade de Geneve berjingkrak kegirangan. Drama sepanjang 90 menit berakhir membahagiakan karena hanya dalam tempo dua menit, The Little bisa mengubah kekhawatiran menjadi eforia. (LOU)
Dibaca : 3478 | Dikomentar : 6