Terkini
    No Latest
Heavy Metal ala Slaven Bilic
Pelatih Kroasia, Slaven Bilic, selalu lepas dan bebas mengekspresikan sesuatu.
Jumat, 13/6/2008 | 01:56 WIB

KERAS, dinamis, energetik, tapi ptet harmonis. Itu yang menjadi filosofi pelatih Kroasia, Slaven Bilic. Dia memang suka yang berbau keras dan dinamis. Itu pula sebabnya, dia membentuk band Rawbau. Grup band yang mengusung aliran heavy metal.

Gayanya pun tak ubahnya anak muda yang begitu lepas mengekspresikan apa saja. Lihat saja ketika Dario Srna dan Ivica Olic menjebol gawang Jerman yang dikawal Jens Lehmann. Dia melompat-lompat kegirangan dan teriak sekencangnya, seolah berada di atas panggung heavy metal.

Kroasia di bawah penanganannya memang cukup keras dan dinamis. Dia meminta para pemainnya untuk berusaha menguasai bola sebanyakk mungkin dan menekan lawan seketat mungkin. Inggris yang bertabur bintang ppun dibuat tak berdaya di babak penyisihan. Kini, Jerman juga dibuat kesulitan dan dipaksa kalah 1-2.

Dia seolah ingin memainkan melodi-melodi metal lewat sepakbola. Keras, ekspresif, dinamis, lepas-bebas, tapi tetap dalam kerangka harmoni.

Itu pula sebabnya, Kroasia begitu sulit ditaklukkan. Mereka selalu menekan lawan dengan keras. Mereka juga selalu menguasai bola sebanyak-banyaknya untuk bisa bebas memainkan melodi-melodi heavy metal dalam permainan.

Para pemain Kroasia menjadi bermain tanpa beban. Itu yang membuat mereka begitu mudah mengembangkan permainan. Dan, memang Slaven Bilic memberi kebebasan besar kepada para pemainnya, tapi tetap mengindahkan kepentingan tim dan kekompakan. Bahkan, dia termasuk pelatih yang berdisiplin keras.

Itu pula yang membuat Kroasia menjadi begitu iistimewa, meski keterampilan para pemainnya tak ada yang sangat menonjol. Mereka rata soal skill, tapi punya sengatan luar biasa saat bermain sebagai tim.

Kemenangan 1-0 dan 2-1 atas Jerman merupakan bukti kehebatan Kroasia. Sukses yang memastikan mereka lolos ke perempat final. Apalagi, sukses itu terajadi dengan mengalahkan Jerman.

Slaven Bilic semakin menjadi momok menakutkan buat Jerman. Pada Piala Dunia 1998, dia bertindak sebagai pemain buat Kroasia. Saat itu, timnya juga mempermalukan Jerman dengan kemenangan 3-0. Kini, dia mengulanginya lagi tamparan berat itu kepada Jerman.

Sebagai pelatih, dia semakin punya nama dan kelas. Wajar saja jika sebelumnya dia sudah masuk urutan kedua dalam rangking prestasi pelatih tim nasional, di bawah Dunga (Brasil). Dengan kesuksesan ini, rankingnya bisa saja naik.

Apalagi, Kroasia punya peluang untuk berprestasi bagus di Euro 2008. Jika pada Piala Dunia 1998 mereka menempati urutan ketiga, bisa jadi Kroasia di bawah Slaven Bilic menjadi paket kejutan seperti halnya Yunani di Euro 2004.

Metal, Man! (HPR)

Dibaca : 3076 | Dikomentar : 6

komentar anda
santoso @ Selasa, 22 Juli 2008 | 08:58 WIB
Kroasia..dari awal piala dunia 98 gw juga udah jagoin kroasia walaupun ga tau tim ini sebelumnya,,,abis bajunya keren kotaka-kotak merah putih...and ternyata juara 3 hehehe....feeling gw ga salah. Gw suka ama davor suker, robert prosinecki, josip simunic n slaven bilic waktu thn 98. kalau skrg gw suka luka modric,ivan klasnic,corluka sama pletikosa. Lihat aja nanti, pasti ada saatnya kroasia juara.. HNS
arisal @ Kamis, 17 Juli 2008 | 14:49 WIB
Coba slaven bilic suka dangdut dijamin para pemain krosia pada goyang ngebor semua dilapangan
toegino @ Senin, 16 Juni 2008 | 12:09 WIB
Slaven Bilic sangat cinta negaranya. Gajinya sebagai pelatih tim cuma 45.000 pound/tahun, bandingkan dengan Fabio Capello yang 20.000 pound/hari.
aria @ Jumat, 13 Juni 2008 | 17:20 WIB
he..he..croatia dilawan....!!!
anton @ Jumat, 13 Juni 2008 | 14:03 WIB
dari pertama penyisihan aku sih tetap jagoian croatia jadi juara euro 2008
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code