
PORTO, KAMIS - Meski juara Liga Portugal musim 2007-08, namun FC Porto tak akan boleh tampil di Liga CHampions musim 2008-09 nanti. Haknya dicabut UEFA, karena kasus pengaturan pertandingan pada musim 2003-04.
Dugaan itu termasuk pada pertandingan ketika Porto menang 2-0 atas Estrela da Amadora dan hasil seri 0-0 lawan Beira Mar. Porto pada musim itu akhirnya juara Liga Portugal dan Liga Champions 2003-04 di bawah pelatih Jose Mourinho.
Bulan lalu, Porto juga dinyatakan terbukti telah mengatur pertandingan dalam sebuah liga. Akibatnya, Porto didenda 150.000 euro dan mendapat pengurangan nilai 6 poin. Porto waktu itu tak mengajukan banding dan akhirnya tetap memimpin klasemen hingga juara Liga Portugal 2007-08.
Akibat pengaturan pertandingan pada musim 2003-04 itu, Presiden orto, Pinto da Costa juga dihukum tak boleh terlibat pertandingan selama dua tahun. Atas dasar hukuman yang dijatuhkan federasi sepakbola Portugal itu, UEFA mengambil keputusan melarang Porto tampil di Liga Champions musim depan sebagai hukumannya.
"Kami mengambil keputusan mencabut hak Porto tampil di Liga Champions 2008-09, karena pengadilan Portugal telah memvonis mereka bersalah dan menjatuhkan hukuman kepada Porto dan presidennya," jelas Direktur Komunikasi UEFA, William Gaillard.
"Presiden Porto telah mengajukan banding atas keputusan itu, tapi klub tidak mengajukan banding atas keputusan pengadilan Portugal. Sehingga, sesuai dengan statuta UEFA, kami harus melarang Porto tampil di Liga Champions musim depan," tegasnya.
"Namun, hukuman ini tak menghapus status FC Porto sebagai juara Liga Champions musim 2003-04. Atas keputusan UEFA ini, Porto diberi kesempatan untuk banding dalam tiga hari ke depan. Jka bandingnya kalah, maka hak Porto di Liga Champions akan diberikan kepada tim yang menjadi runner-up di Liga Portugal (Sorting Lisbon, Red)," tambah William Gaillard.
Sebelumnya, AC Milan juga pernah kehilangan hak tampil di Liga Champions pada musim 2005-06, karena terlibat Calciopoli. Namun, akhirnya Milan menang dalam banding, sehingga dibolehkan bermain di kompetisi antarlub Eropa tersebut. (BCC/HPR)
Dibaca : 5214 | Dikomentar : 9
HPR