
GIUSEPPE Meazza pada Selasa (4/3) malam memberi duka bagi Kaka. Tak ada senyum yang menghiasi wajah tampannya. Disertai langkah gontai playmaker andalan AC Milan bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite itu menuju ruang ganti. Di belakangnya, pemain-pemain Arsenal sedang dimabuk kemenangan. Kaka meninggalkan stadion dengan scoring board yang menunjukkan angka 0-2 untuk kemenangan Arsenal.
Liga Champions tak hanya menyesakkan bagi Chelsea yang kalah adu penalti lawan Manchester United (MU) di final. Jauh hari, kompetisi Eropa itu sudah menusuk jantung Pemain terbaik Dunia, Kaka. Baginya, kekalahan I Rossoneri dari The Gunners malam itu sungguh menyesakkan. Ambisinya untuk mengangkat trofi Liga Champions untuk kedua kalinya secara berturut-turut kandas sudah.
“Momen buruk yang sulit dilupakan. Bagiku ini pertama kalinya terdepak dari Liga Champions di hadapan publik sendiri. Meski kecewa, aku berharap ini jadi pelajaran berharga. Di depan masih ada kesempatan untuk menebusnya dengan terus memertahankan performa terbaik di pertandingan-pertandingan sisa Serie-A,” sebut Kaka seperti dirilis Milan Channel.
Lupakan kekecewaan dan tataplah ke depan. Itulah prinsip yang saat ini dipegang oleh suami dari Caroline Celico itu. Tak seharusnya Kaka memendam rasa sesalnya secara berlarut-larut, lantaran sejatinya kegembiraan masih melingkupi ruang kehidupannya. Sebelum kalah dari The Gunners, Kaka secara resmi telah memperpanjang kontraknya bersama Milan. Kontrak baru yang mengikat Kaka hingga 30 Juni 2013.
“Tahun lalu aku belum yakin bisa melakukannya bersama Milan, namun sekarang aku sudah bertekad bulat. Sekarang aku bisa berkata akan berada di Milan sampai akhir karierku dan tinggal di sini selamanya. Kontrak baru ini telah memberiku kepercayaan diri yang tak terkira. Aku telah mengambil keputusan tepat lantaran akan bersama klub juara dalam waktu lama,” ucap Kaka seperti dirilis di Milan Channel.
Kontrak baru itu sekaligus mengunci peluang Real Madrid dan klub-klub elite lain untuk menggaet mantan pemain Sao Paulo itu. Keputusan Kaka itu juga sekligus mengakhiri tanda tanya yang selama ini mengelilingi nasibnya dan juga wujud dari ketetapan hatinya.
Seperti diketahui, Kaka sempat dilanda kebimbangan dan keraguan seputar masa depannya di San Siro. Bahkan, tahun lalu Kaka sempat mengutarakan pernyataan yang mengejutkan jika dirinya bisa saja meninggalkan Italia untuk hijrah ke Spanyol dan bermain bersama Madrid.
Putusan untuk tetap bertahan di Milan, memang merupakan hasil pemikirannya sendiri. Toh, Kaka menyebut bujukan dan nasihat dari Andriy Shevchenko juga cukup berpengaruh. Mantan striker Milan itu telah melunakkan hati Kaka dan membuat dia tak lagi berpikir ulang untuk menandatangani perpanjangan kontrak.
“Aku kerap menemui pemain seperti Shevchenko yang meninggalkan Milan namun pada akhirnya menyesal. Dia memintaku untuk berhati-hati dalam membuat pilihan lantaran Milan adalah klub yang sangat spesial. Sesuatu yang direncanakan dan dipertimbangkan dengan benar, akan menemui sesuatu hal yang menyenangkan. Ini yang kurasakan sekarang,” tandas Kaka.
Selain Kaka, adakah pihak lain yang merasa gembira? Tentu saja segenap manajemen I Rossoneri sontak girang dengan dengan langkah yang telah dijalankan Kaka. “Kaka sudah berulang kali mengatakan kalau dia ingin menjadi simbol tim. Dia adalah pemain terbesar di dunia dan dia telah memutuskan untuk mengabdikan diri dalam kariernya dengan berseragam I Rossoneri. Saya sendiri berharap sebelum kontraknya berakhir pada 2013 nanti, Kaka akan kembali memperpanjang kontrak,” papar Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani.
GAJI TINGGI DAN BAN KAPTEN
Kontrak baru Kaka, tak cuma mengikat sang bintang asal Brasil ini lebih lama. Dengan kontrak baru tersebut, Kaka juga mendapat kompensasi berupa kenaikan gaji. Bisa dibilang Kaka bakal semakin banyak mengantongi lembaran-lembaran euro. Kenaikan gaji Kaka selama per musim bahkan cukup fenomenal.
Sebelum kontraknya diperpanjang, Kaka mendapat bayaran sekitar 5,3 juta euro per musim. Kini, setelah menandatangani kontrak baru, gaji Kaka menjadi sekitar 9 juta euro (sekitar Rp124,6 miliar) per musim.
Berdasar angka itu, menurut Futebol Finance, Kaka kini tercatat sebagai pebola dengan gaji paling tinggi di dunia. Kaka mengalahkan Ronaldinho (Barcelona) yang per musimnya mendapat gaji 8,52 juta euro, Frank Lampard dan John Terry (Chelsea) yang mencapai 8,16 juta euro, juga Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan) dengan upah 5 juta euro per musim.
Namun begitu, Kaka menolak jika uang adalah motivasi utamanya untuk bersedia memperpanjang kontrak. Bagi dia, jika ingin semakin bergelimang uang, tentu dirinya lebih memilih menerima pinangan Madrid. “Ini soal kesetiaan dan kehormatan. Milan adalah klub spesial yang memiliki banyak sejarah unik. Di sini aku seolah berada di rumah sendiri,” tegas Kaka.
Di sisi lain, Kaka mengaku terinspirasi akan kebesaran seorang Paolo Maldini yang sepanjang kariernya hanya untuk I Rossoneri. Dia pun berharap bisa menjadi seperti Maldini dengan mengenakan ban kapten di lengannya.
“Maldini adalah pemain besar yang belum ada tandingannya. Selama ini aku sangat bangga bisa bermain bersama dengannya. Loyalitasnya sangat layak untuk ditiru. Jujur, aku ingin seperti dia. Aku ingin menjadi simbol dan suatu saat nanti menjadi kapten di Milan. Sungguh sebuah keagungan jika aku bisa meneruskan apa yang selama ini telah dilakukan oleh Maldini,” sebut Kaka.
Toh, Kaka tak terlalu ambisius dengan jabatan ban kapten. Dia sadar, masih ada pemain-pemain lain yang lebih pantas. Kaka menyebut Gennaro Gattuso dan juga Massimo Ambrosini adalah sosok yang lebih pantas untuk meneruskan tongkat estafet ban kapten I Rossoneri apabila Maldini telah resmi pensiun nanti.
Terlepas dari itu, Kaka kini bisa menatap ke depan lebih fokus dengan ketetapan hati yang lebih kuat. Hatinya kini tak lagi terbelah. Hatinya kini hanya ada warna merah hitam, warna kebesaran I Rossoneri. (EDY/Soccer)
Fakta Kaka
Nama lengkap: Ricardo “Kaka” Izecson dos Santos Leite
Panggilan: Ricky
Lahir: Brasília (Brasil), 22 April 1982
Tinggi/Berat: 186 cm/83 kg
Posisi: Midfielder
Nomor kostum: 22 (AC Milan)
Debut Serie-A: 1 September 2003, Ancona 0-2 Milan
Debut timnas: 31 Januari 2002, Brasil 6-0 Bolivia
Dibaca : 11655 | Dikomentar : 41