
MALANG, KOMPAS - Kesebelasan Arema Malang akhirnya mencetak kemenangan perdana di ajang Piala Gubernur Jawa Timur, Rabu (21/5) di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. "Singo Edan" berhasil mengalahkan Mitra Kukar dengan skor tipis 1-0.
Turun dengan komposisi pemain campuran antara pemain yunior, senior, dan pemain asing seleksi, tuan rumah Singo Edan cukup mampu membuat barisan Mitra Kukar kalang kabut. Terbukti, sejumlah peluang sempat mengancam gawang Mitra Kukar yang dikawal Agung Prasetya.
Namun koordinasi tim yang kurang serta umpan dan crossing bola yang salah alamat, membuat Arema belum bisa menjebol gawang lawan. Meski saat itu, Arema langsung menurunkan dua pemain playmaker yang tengah mengikuti seleksi di Arema yaitu Nojee Bakena Noah asal Kamerun dan Christian Riffo asal Chile.
Usai turun minum, tim pelatih Arema tampak membongkar pasang komposisi pemainnya. Mereka menarik Noah, Johan Ahmad Farizi, dan Dendi Santoso sekaligus. Pelatih memainkan Hendra Ridwan, Ahmad Sembiring dan Erik Setiawan bersamaan.
Hasilnya, di menit ke-67 Sembiring berhasil menjebol gawang lawan memanfaatkan tendangan hukuman dari sisi kanan gawang Mitra Kukar.
Meski mencoba membalas dengan sejumlah serangan yang cukup mematikan, namun Dewi Fortuna belum berpihak pada tim asuhan Jacksen F Tiago tersebut. Tendangan langsung Satyo Husodo ke gawang Arema masih tipis melebar di atas mistar gawang.
Kedudukan 1-0 tidak berubah untuk kemenangan Arema hingga wasit Aris Munandar meniup peluit akhir pertandingan. Sebelum pertandingan usai, tim pelatih Arema sempat menjajal kemampuan pemain asing seleksi lainnya yaitu Sou Ousman asal Kamerun.
"Dengan hasil ini tentu kami tim pelatih merasa senang karena tentu saja akan mengembalikan semangat para pemain yang sebelumnya sempat drop. Emang ada kesalahan-kesalahan mendasar seperti passing dan umpan crossing yang sering gagal. Ke depan kami akan terus mengevaluasinya, termasuk kemampuan tiga pemain seleksi Arema," tutur Asisten pelatih Arema, Djoko Susilo usai pertandingan.
Sementara itu Manajer Mitra Kukar, Fahmi, mengakui bahwa performa timnya jauh lebih buruk dibandingkan pada partai-partai sebelumnya. "Bisa jadi ini karena para pemain kami terlalu meremehkan lawan setelah sebelumnya kami sudah mendapatkan satu kemenangan dan satu kali bermain seri," ujar Fahmi.
Namun Fahmi mengatakan bahwa pertandingan Arema-Mitra Kukar saat itu cukup obyektif bagi kedua tim. Semoga ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk menapak Divisi Utama 2008, ujar Fahmi.
Adapun terkait permainan ketiga pemain seleksi tersebut di atas, Pelatih Kepala Arema, Bambang Nurdiansyah mengatakan bahwa masih akan melihat lebih jauh kemampuan ketiganya dalam pertandingan berikutnya.
"Arema memang membutuhkan seorang playmaker. Jika Benson yang hingga kini kita tunggu-tunggu belum juga datang, maka nanti bisa siapapun yang dilihat bagus, akan kami ambil," ujar Bambang. (DIA)
Dibaca : 1965 | Dikomentar : 2
Dahlia Irawati