
DANIEL Guiza pernah diramalkan tak akan menjadi pemain yang sukses. Kehidupan pribadinya begitu royal. Dia lebih memuja dunia gemerlap (dugem) daripada mengejar prestasi sepakbola.
Bahkan, media massa Spanyol pun menilai, Guiza menempatkan sepakbola sebagai urusan kedua. Sedangkan bersenang-senang menjadi tujuan hidupnya. Faktanya, dia tak terlalu disiplin dalam berlatih, bahkan lebih sering membuat ulah di dalam tim.
Namun, sebenarnya dia punya bakat besar sebagai striker. Bahkan, pelatih Real Madrid Bernd Schuster saat menjadi pelatihnya di Getafe mengatakan, "Guiza adalah salah satu striker terbaik di Divisi Primera."
Perkataan Schuster sempat dicibir banyak orang. Dia dianggap terlalu berlebihan memuji pemain yang sering menjadi musuh masyarakat tersebut. Namun, ucapannya akhirnya terbukti. Musim ini, bersama Real Mallorca, Guiza menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dia pun menerima gelar El Pichichi alias top skorer Divisi Primera La Liga, setelah mencetak 27 gol.
Produktivitasnya memang luar biasa. Dia menjadi striker paling ditakuti lawan sepanjang musim 2007-08 ini. Sebab, dia punya banyak cara untuk mencetak gol. Guiza juga tipe striker cerdas yang mampu membaca permainan dengan baik, kemudian membuat trik yang sulit diantisipasi lawan.
Salah satu gol indahnya ketika Real Mallorca mengalahkan Barcelona 3-2. Dia menunjukkan betapa naluri mencetak golnya sangat kuat. Meski dalam waktu sekejap dengan kesempatan yang minim, dia bisa melesakkan gol dan menaklukkan kiper Victor Valdes.
Saat lawan Real Zaragoza, Minggu (18/5), dia kembali menyumbang satu gol untuk kemenangan timnya 3-2. Kemenangan itu mengirim Zaragoza degradasi ke Divisi Segunda. Itu merupakan golnya yang ke 10 dalam tujuh pertandingan terakhir.
Sukses Guiza meraih gelar El Pichichi seolah menghapus menghapus segala citra buruk selama ini. Dia mengawali karier profesionalnya di Xerez pada 1998-1999. Pindah ke Real Mallorca (1999-2002), dia kemudian memperkuat Recreativo Huelva (2002-2003). Sempat masuk ti Barcelona B, dia kemudian bergabung dengan Murcia (2003-2005).
Setelah itu, dia memeprkuat Getafe (2005-2007). Mulai musim ini, dia kembali memperkuat Real Mallorca. Di sinilai, dia menemukan kebesarannya. Kehidupan pribadi yang mulai tertata, rasanya, menjadi awal kebangkitannya.
Dia kini memang hidup bahagia bersama selebirti Spanyol, Nuri Bermudez. Nuri merupakan model yang cukup berani. Dia punya ciri khas setiap tampil di televisi, yakni tiba-tiba menanggalkan pakaiannya.
Hidup bersama Nuri rupanya membuat Guiza berubah. Apalagi, mereka sudah dikaruniai seorang anak. Guiza tak lagi seperti anak bengal yang suka dugem, tapi mulai serius membina karier sepakbolanya.
Memang, agak terkesan terlambat, karena umurnya sudah 27 tahun. Tapi, kemampuannya masih sangat berharga dan diincar banyak klub. Dia juga mulai masuk timnas Spanyol dan akan tampil di Euro 2005. Guiza merupakan salah satu striker yang disuka pelatih Luis Aragones.
Hanya, dia harus bersaing dengan Fernando Torres dan David Villa untuk mendapatkan tempat. Guiza tak peduli. Dia ingin memberikan yang terbaik di Euro 2008. Apalagi, ini kesempatan indah untuk pamer diri.
Setelah itu, dia berharap akan ada klub ebsar yang membelinya. "Jika aku bisa memilih, pindah ke Barcelona akan sangat menyenangkan," katanya.
Dengan kemampuannya yang besar, bukan tak mungkin Barcelona merekrutnya. Apalagi jika dia tampil hebat di Piala Eropa 2008. Tentu juga, dia harus meninggalkan sifat-sifat buruknya. (HPR)
Dibaca : 13876 | Dikomentar : 3
HPR