


TURIN, MINGGU - Kapten Juventus, Alessandro Del Piero, marah kepada pealtihnya, Claudio Ranieri. Pasalnya, dia diganti pada menit ke-71 dan tak diberi kesempatan mengambil tendangan penalti pertama Juventus.
Pada pertandingan terakhir Liga Serie-A Italia antara Sampdoria lawan Juventus yang berakhir 3-3, Sabtu malam, Del Piero memang tampil bersemangat. Dia ingin menjadi top skorer Serie-A, sekaligus mendapat panggilan ke timnas Italia yang akan bertandingan ke Euro 2008.
Pada menit ke-7, dia langsung mencetak gol. Artinya, dia langsung menjadi top skorer pertama dengan 20 gol. Pada menit ke-16, Juventus mendapat hadiah penalti. Dia heran, tendangan penalti diberikan kepada David Trezeguet.
Akibatnya, jumlah gol yang dibukukan Trezeguet dan Del Piero pun menjadi sama-sama 20. Jadi, top skorernya mereka berdua. Pada menit ke-65, Juve kembali mendapat tendangan penalti. Kali ini Del Piero meminta mengambilnya. Untung gol, sehingga perbendaharaan golnya menjadi 21.
Del Piero pun sementara menjadi top skorer Liga Serie-A. Ancaman hanya datang dari striker Genoa, Marco Borriello, yang akan bertanding lawan Atalanta, Minggu (18/5). Dia sudah mengumpulkan 19 gol. Jika mampu mencetak 3 gol, posisi Del Piero terlewati.
Yang disesali Del Piero, sebenarnya dia bisa mencetak hat-trick dan perbendaharaan golnya menjadi 22, jika penalti pertama tak diberikan kepada Trezeguet. Yang dia seseli lagi, pelatih Claudio Ranieri kemudian menariknya di menit ke-71, sementara dia masih ingin memburu gol.
"Aku tak ingin mengatakan apa pun. Apa yang terjadi biarlah terjadi," katanya marah, ketika ditanya tentang keputusan Ranieri menariknya. Saat itu, dia juga sudah menunjukkan kemarahannya saat keluar dari lapangan.
"Setiap aku meninggalkan lapangan, aku harus sudah memberikan segalanya. Tentu saja, saat ditarik aku sangat kecewa dan Anda bisa menyaksikannya," jelasnya.
Untungnya, posisinya sekarang tetaplah top skorer sementara dan sangat mungkin tak akan terlewati Borriello. Jika itu terjadi, maka dia akan menjadi pemain kedua setelah Paulo Rossi yang menjadi top skorer di Liga Serie-B dan Serie-A.
"Mempertimbangkan status pertandingan itu di mana tak ada yang dikejar lagi oleh tim kecuali ambisi-ambisi pribadi pemain, maka sebenarnya aku lebih suka tetap bermain sampai akhir," sesalnya lagi. (CH4/HPR)
Dibaca : 5927 | Dikomentar : 4