
SIR Alex Ferguson semakin memantapkan dirinya sebagai pelatih tersukses di Manchester United (MU), sekaligus di Liga Inggris. Sepuluh gelar Premier League sudah dia persembahkan sejak dia menjadi pelatih itu pada 1986.
Namun, dari sekian prestasi tersebut, gelar ke-10 atau Premier League musim 2007-08 menurutnya paling berat. Gelar itu diperoleh MU setelah mengalahkan Wigan Athletic 2-0 di Stadion JJB, Minggu (11/5). Berikut hasil wawancara dengan Sir Alex Ferguson yang dilakukan oleh BBC.
Bagaimana perasaan Anda tentang gelar Premier League yang diraih MU musim ini?
"Jelas, itu gelar yang peling berat untuk diraih. Sebab, kami harus bertarung sampai akhir kompetisi dan harus meraihnya di kandang lawan. Itu sangat menyulitkan."
Bagaimana dengan permainan MU selama ini?
"Kalau mau jujur, kami telah bermain bagus sepanjang musim. Termasuk saat lawan Wigan. Saya akui, kami sempat grogi. Begitu hujan datang, segalanya bisa terjadi dan kami memenangkan pertandingan sekaligus juara."
Apa yang membuat MU mampu menepis kepanikan kemudian tampil penuh keyakinan?
"Kami mulai membuat beberapa peluang, tapi gagal memanfaatkannya. Kiper Wigan melakukan penyelamatan-penyelamatan gemilang. Tapi, saya kemudian yakin, kami bermain mulai membaik. Gol pertama pun lahir. Setelah itu, saya berharap akan ada gol kedua. Dan, pemain tua Ryan Giggs memberikannya."
Paul Scholes sempat emosi dan membuat dua pelanggaran hingga mendapat kartu kuning. Bahkan, seharusnya dia mendapat kartu merah. Tanggapan Anda?
"Yah, dia agak beruntung karena tak kena kartu merah. Tekel pertama yang dia lakukan sungguh tak perlu dan dia pantas mendapat kartu kuning. Tapi, sebenarnya tekling kedua bukan pelanggaran."
Anda juga mengikuti perkembangan pertandingan Chelsea lawan Bolton. Saat Chelsea mencetak gol, bagaimana perasaan Anda?
"Chelsea mencetak gol? Anda harus mengabaikan hal itu. Saya berusaha melupakan apa yang terjadi di Chelsea dan tetap berkonsentrasi pada pertandingan tim Anda sendiri. Di belakang saya, ada orang yang memberi informasi bahwa Chelsea sudah unggul 2-0 hanya dalam satu menit. Saya kira, dia orangnya Chelsea."
Faktanya, Chelsea malah gagal memenangkan pertandingan. Tim asuhan Avram Grant itu hanya mampu bermain imbang 1-1.
Momen apa yang sebenarnya menentukan MU memimpin dan akhirnya juara?
"Di awal kompetisi, dalam waktu cukup lama, Arsenal sepertinya akan menjuarai kompetisi ini. Tapi, setelah kami mengalahkan mereka di Piala FA, Arsenal mulai sering kehilangan nilai. Itu yang membuat perbedaan. Kami kemudian juga kehilangan poin saat melawan Blackburn dan Middlesbrough, hingga Chelsea mulai menguntit. Tapi, Chelsea akhirnya kehilangan poin saat melawan Wigan dan itu yang membawa kami juara."
Bagaimana perasaan Anda telah mempersembahkan 10 gelar Premier League kepada MU?
"Sepuluh gelar? Oh, ini benar-benar fantastis. Saya sangat bangga karenanya. Saya telah membuktikan diri mampu bertahan sekian lama. Tapi, saya berada di klub yang hebat. Itu memudahkan saya untuk meraih gelar daripada orang lain."
Anda pernah akan pensiun kemudian dibatalkan. Lalu, kapan Anda akan melakukannya?
"Pensiun? Bagaimana Anda bisa hidup tanpa sepakbola?"
Bagaimana prospek MU ke depan?
"Saya kira, MU masih akan berkembang. Pemain-pemain kami masih muda. Mereka masih bisa berkembang. MU merupakan tim muda yang sangat bagus dan masih punya waktu yang banyak untuk lebih berprestasi."
Bagaimana dengan peluang di Liga Champions nanti?
"Hal terhebat yang sudah bisa kami rasakan adalah, kami sudah lolos ke final. Kami sangat menunggu pertandingan itu dan bergairah untuk menjuarainya. Jika kami juara Liga Champions, maka saya bisa katakan ini adalah tim terbaik yang pernah saya latih." (HPR)
Dibaca : 8828 | Dikomentar : 20