


MILAN, MINGGU - Hasil pekan ke-37 Liga Serie-A menimbulkan perasaan berbeda di kubu Inter Milan dan AS Roma. Inter mengakui perjuangannya menjadi lebih berat untuk meraih scudetto 2007-08, setelah ditahan Siena 2-2. Sebalinya, Roma makin bersemangat setelah menang 2-1 atas Atalanta.
Di partai terakhir, Inter harus bertandang ke kandang Parma. Sedangkan Roma akan bermain di kandang Catania. Baik Parma maupun Catania menjadi lawan berat, karena mereka sedang berjuang lolos dari degradasi. Sudah pasti, mereka akan memberikan perlawanan yang ketat.
Padahal, pertandingan terakhir itu akan sangat menentukan. Jika nter seri lagi, gelar juara yang sudah di tangan sejak pertengahan musim, bisa musnah seketika kalau Roma menang.
Sebab itu, pelatih Inter, Roberto Mancini, meminta para pemainnya tetap fokus. Sebab, partai di kandang Parma, katanya, akan sangat berat. "Sekarang, gelar belum ditentukan akan menjadi milik siapa. Seharusnya, kami bisa mencetak empat atau lima gol saat lawan Siena. Mereka justru mencetak dua gol padahal hanya membuat tiga tendangan ke gawang," sesal Mancini.
"Partai melawan Parma akan ebrada dalam tensi tinggi. Kami punya kualitas untuk mengalahkan mereka. Tapi, sejujurnya itu akan menjadi pertandingan yang amat berat. Kekalahan kan mendatangkan petaka buat kami. Hanya, perlu diingat pula, Roma juga akan menghadapi pertandingan berat lawan Catania," jelasnya lagi.
Sebab itu, Mancini tak bisa menyembunyikan kepanikannya setelah timnya ditahan Siena 2-2. Bahkan, dahinya terus berkerut dan dalam temu pers bicaranya tampak tegang. "Mungkin kami terlalu bersemangat untuk mencetak gol. Saya benar-benar marah, karena setelah kedudukan 2-2, semangat bertanding kami kurang maksimal," sesalnya.
Sementara itu pemain Roma, Daniele De Rossi mengatakan, kini timnya sedang dipenuhi semangat. Selisih satu poin memberi kemungkinan besar kepada Roma untuk melewati Inter, sekaligus memenangkan scudetto 2007-08. Menurutnya, tekanan berat kini berada di kubu Inter. Sedangkan, timnya justru akan semakin bergairah, tak peduli seberat apa pun pada pertandingan terakhir lawan Catania natni.
"Kami bisa menjuarai Liga Serie-A musim ini. Pelatih Luciano Spalletti pernah menagtakan, kemungkinan Roma untuk juara hanya satu persen. Kini, peluang itu semakin besar," jelas De Rossi.
Luciano Spalletti masih berpendapat sama. Meski peluang timnya membesar, tapi Inter tetap lebih dekat dengan gelar juara. Meski begitu, timnya akan memperjuangkan habis-habisan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
"Bagaimanapun Inter masih memimpin. Kami bisa mengambil gelar itu di Catania, sama seperti Inter yang bisa menjuarai gelar itu di Parma," terangnya.
"Kami sudah selayaknya punya peluang untuk juara," tambahnya. (AP)
Dibaca : 3657 | Dikomentar : 6
HPR