Terkini
    No Latest
Inter Merasa Lebih Berat, Roma Makin Bersemangat
Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, kecewa setelah timnya ditahan Siena 2-2.

Senin, 12/5/2008 | 00:37 WIB

MILAN, MINGGU - Hasil pekan ke-37 Liga Serie-A menimbulkan perasaan berbeda di kubu Inter Milan dan AS Roma. Inter mengakui perjuangannya menjadi lebih berat untuk meraih scudetto 2007-08, setelah ditahan Siena 2-2. Sebalinya, Roma makin bersemangat setelah menang 2-1 atas Atalanta.

Di partai terakhir, Inter harus bertandang ke kandang Parma. Sedangkan Roma akan bermain di kandang Catania. Baik Parma maupun Catania menjadi lawan berat, karena mereka sedang berjuang lolos dari degradasi. Sudah pasti, mereka akan memberikan perlawanan yang ketat.

Padahal, pertandingan terakhir itu akan sangat menentukan. Jika nter seri lagi, gelar juara yang sudah di tangan sejak pertengahan musim, bisa musnah seketika kalau Roma menang.

Sebab itu, pelatih Inter, Roberto Mancini, meminta para pemainnya tetap fokus. Sebab, partai di kandang Parma, katanya, akan sangat berat. "Sekarang, gelar belum ditentukan akan menjadi milik siapa. Seharusnya, kami bisa mencetak empat atau lima gol saat lawan Siena. Mereka justru mencetak dua gol padahal hanya membuat tiga tendangan ke gawang," sesal Mancini.

"Partai melawan Parma akan ebrada dalam tensi tinggi. Kami punya kualitas untuk mengalahkan mereka. Tapi, sejujurnya itu akan menjadi pertandingan yang amat berat. Kekalahan kan mendatangkan petaka buat kami. Hanya, perlu diingat pula, Roma juga akan menghadapi pertandingan berat lawan Catania," jelasnya lagi.

Sebab itu, Mancini tak bisa menyembunyikan kepanikannya setelah timnya ditahan Siena 2-2. Bahkan, dahinya terus berkerut dan dalam temu pers bicaranya tampak tegang. "Mungkin kami terlalu bersemangat untuk mencetak gol. Saya benar-benar marah, karena setelah kedudukan 2-2, semangat bertanding kami kurang maksimal," sesalnya.

Sementara itu pemain Roma, Daniele De Rossi mengatakan, kini timnya sedang dipenuhi semangat. Selisih satu poin memberi kemungkinan besar kepada Roma untuk melewati Inter, sekaligus memenangkan scudetto 2007-08. Menurutnya, tekanan berat kini berada di kubu Inter. Sedangkan, timnya justru akan semakin bergairah, tak peduli seberat apa pun pada pertandingan terakhir lawan Catania natni.

"Kami bisa menjuarai Liga Serie-A musim ini. Pelatih Luciano Spalletti pernah menagtakan, kemungkinan Roma untuk juara hanya satu persen. Kini, peluang itu semakin besar," jelas De Rossi.

Luciano Spalletti masih berpendapat sama. Meski peluang timnya membesar, tapi Inter tetap lebih dekat dengan gelar juara. Meski begitu, timnya akan memperjuangkan habis-habisan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

"Bagaimanapun Inter masih memimpin. Kami bisa mengambil gelar itu di Catania, sama seperti Inter yang bisa menjuarai gelar itu di Parma," terangnya.

"Kami sudah selayaknya punya peluang untuk juara," tambahnya. (AP)

Dibaca : 3657 | Dikomentar : 6

HPR

A A A
komentar anda
Fer @ Rabu, 14 Mei 2008 | 10:29 WIB
kok pada dukung Roma smua ?? pada benci Inter ya ?? Inter favorit tim gw... Inter seharusnya menang... tapi entah knapa musim ini Inter jadi payah.. kayanya Inter uda bosen jadi juara.... hehehehehe
erwin @ Rabu, 14 Mei 2008 | 08:45 WIB
Siapapun yang menang, mau inter , mau roma yang jelas milan masih lebih baik. Caaa.......Yoooo...... MILAN
masjitheng @ Senin, 12 Mei 2008 | 15:14 WIB
inter....bener2 payah... apalagi matrix matterazi.... lbh parah lagi.... wong jatahnya penalti julio cruz kok ya diembat... yah... syukurin dech...tp kalo nanti akhirnya jd juara... itu namanya keberuntungan... siapa tahu dibantu wasit lagi heheheheheheheheheheh........
andi @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:33 WIB
inter memang patut waspada, Parma bukan tim sembarangan, itu sudah teruji dimana pada pertemuan pertama inter hampir kalah, kalau bukan karena campur tangan wasit yang memberikan pinalti "siluman", tapi menurut saya, Inter memang pantas kalah
P@rma" nisti061 @ Senin, 12 Mei 2008 | 09:12 WIB
hati_hati kalau mau ngomong nanti bisa kemakan omongan sendiri ingat parma bukan tim kacangan,masih ingat di pertemuan pertama inter sudah hampir kalah.
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code