
LONDON, MINGGU - Chelsea gagal memberi landasan ide play-off jika dalam akhir kompetisi Premierl League terjadi dua tim teratas dengan nilai yang sama. Pada pekan terakhir, Minggu (11/5), Chelsea terpaksa harus mengakui Manchester United (MU) juara, setelah ditahan Bolton Wanderers 1-1.
Dengan hasil itu, Chelsea gagal menyamai nilai MU. Tim Setan Merah itu secara sah dan meyakinkan menjuarai Premier League 2007-08, setelah mengalahkan Wigan Athletic 2-0. Sementara, Chelsea yang sebelumnya memiliki nilai sama dengan MU, gagal mempertahankannya.
Padahal, sebelumnya pelatih Avram Grant sudah teriak agar Premier League mengadopsi sistem Liga Serie-A Italia untuk melakukan play-off, jika dua tim teratas bernilai sama. MU mengakiri kompetisi dengan nilai 87 dan Chelsea harus puas di urutan kedua dengan nilai 85.
Meski mengakui MU menggondol gelar Liga Inggris ke-17 atau ke-10 sejak era Premier League, Chelsea tetap tak menyerah terhadap rivalnya tersebut. The Blues siap membalas kegagalan di Premier League dengan kemenangan di Liga Champions. Kebetulan, Chelsea akan bertemu MU pada final Liga Champions di Stadion Luzhniki, Moskow (Rusia), 21 Mei nanti.
"MU memang pantas juara Premier League. Tapi, kami tak akan membiarkannya kembali juara di Liga Champions," ancam Avram Grant.
Pada partai terakhir itu, Chelsea memang tampil kurang greget. Mereka seolah kehilangan bentuk permainan terbaiknya. Di sisi lain, Bolton bermain sangat solid dalam meramu pertahanan dan menerapkan serangan balik.
Chelsea sempat dibuat frustrasi, karena kesulitan membongkar pertahanan lawan dan membuat peluang. Setiap kali mereka menyerang, Bolton langsung merapatkan benteng pertahanannya. Sembilan orang selalu berada di zona pertahanan, hingga Chelsea kesulitan.
Baru babak kedua, Chelsea agak sedikit bisa menusuk. Meski begitu, tetap saja tak ada peluang emas yang tercipta. Selain itu, kiper Bolton, Al Habsy juga tampil menawan dan beberapa kali menyelamatkan gawangnya.
Baru pada menit ke-62, Andriy Shevchenko mampu membobol gawang Bolton, setelah memanfaatkan bola lepas dalam sebuah kemelut. Gol itu semakin membuat Chelsea bersemangat dan berharap MU akan kalah atau seri lawan Wigan. Bahkan, pemilik Chelsea, Roman Abramovich, bisa tertawa lepas di tribun kehormatan.
Namun, terlalu seringnya Chelsea menyerang justru membuat pertahanan mereka sering rawan. Serangan balik cepat yang dilakukan Bolton sering membahayakan. Bahkan, sekali teror Bolton sempat membentur tiang gawang Chelsea.
Hal itu tak segera disadari pula. Ketika menit sudah menunjuk 90, Chelsea lengah. Serangan Bolton pun sempat merepotkan mereka. Dan, sebuah tendangan Kevin Davies akhirnya membobol gawang Petr Cech dan kedudukan pun menjadi 1-1. Stadion Stamford Bridge pun sempat terdiam sejenak. Sebab, itu berarti mereka telah menyilakan MU juara. (HPR)
Dibaca : 6415 | Dikomentar : 17
HPR