
ADA cerita menarik di balik pemilihan nomor punggung para pemain Persiba Balikpapan menjelang Liga Super 2008. Pemilihan nomor punggung tersebut umumnya terkait dengan peristiwa yang spesial dengan si pemain, misalnya tanggal lahir, tanggal pernikahan dan tanggal dan bulan kelahiran anak.
Striker anyar Persiba Muhammad Rifky mengaku sangat ingin memakai nomor punggung sembilan. Pasalnya, angka tersebut merupakan tanggal kelahirannya. Dan, pesinetron yang lahir 9 Mei tersebut pun mengaku senang setelah manajemen Persiba mendaftarkannya ke Badan Liga Indonesia (BLI) dengan nomor punggung sembilan. Kepastian ini muncul setelah BLI melakukan verifikasi ke Stadion Persiba, Jumat (2/5). "Angka sembilan adalah tanggal lahir saya," ujarnya di markas pemain Persiba.
Latar belakang yang tak kalah uniknya juga dilakukan M Sobran untuk memilih nomor punggung. Pemain yang jago menggiring bola ini memilih nomor dua, karena angka tersebut merupakan tanggal pernikahannya. "Nomor dua spesial bagi saya, karena tanggal tersebut merupakan tanggal pernikahan saya," tuturnya.
Selain pemain lokal, legiun asing Persiba juga ternyata tak sembarangan memilih nomor punggung. Robbie Gaspar memilih nomor 23, karena angka ini merupakan penjumlahan nomor punggung yang pernah ia kenakan di dua klub sebelumnya. Saat berlaga di Liga Malaysia pemain asal Australia ini mengenakan nomor 11. Sedangkan saat memperkuat Persita Tangerang Robbie memakai nomor 12. "Saya main di klub Malaysia dengan nomor penggung 11, sedangkan di Persita nomor 12 sehingga di Persiba saya pilih nomor punggung 23 (11+12)," ujarnya.
Sedangkan pemain asing Persiba asal Brasil Bruno Zandonadi memilih nomor 69 dengan alasan anaknya lahir 6 September. "Anaknya pertama saya lahir 6 September sehingga saya memakai nomor punggung 69," tuturnya. (tribun kaltim/m21)
Dibaca : 5234 | Dikomentar : 4