


BANYAK yang mencintainya, tapi banyak pula yang membencinya. Itulah Filippo Inzaghi. Dicintai publik Italia, terutama Milan, karena sering menjadi penentu kemenangan. Namun, tak sedikit pula yang beranggapan miring tentangnya.
Inzaghi memang tajam. Tapi, dia sering dinilai sebagai striker yang beruntung, karena selalu mendapat bola enak untuk mencetak gol. Seolah, dia tingal menceploskan saja, tanpa harus bekerja keras atau melakukan dribbling.
Selain itu, dia juga sering dalam posisi offside dan kadang gemar melakukan diving. Hebatnya, sering dia lolos dari jebakan offside. Sebab itu, pelatih anchester United, Sir Alex Ferguson sampai mentindir, "Sepertinya Inzaghi memang dilahirkan dalam posisi offside."
Terlepas dari semua pernyataan negatif itu, Inzaghi selalu punya jasa besar buat timnya. Dia sampai sekarang juga pemain paling banyak mencetak gol di kompetisi UEFA - baik Liga Champions, Piala Winners maupun Piala UEFA - dengan jumlah 63 gol. Dia melebihi rekor pemain Bayern Muenchen, gerd Mueller yang hanya mencetak 62 gol di kompetisi antarklub Eropa.
Itu pula sebabnya, Milan langsung membelinya begitu dia mulai tersingkir oleh David Trezeguet di Juventus. Bahkan, ketika dia lebih banyak cedera pun, Milan masih setia "memeliharanya".
Tak salah keputusannya. Dia selalu memberi kontribusi penting buat klubnya, manakala dalam keadaan fit. Bertandang ke kandang Livorno, Minggu (27/4), Milan juga butuh kemenangan demi mengejar Fiorentina dan meraih tiket ke Liga Champions. Meski punya penyerang muda Pato dan Paloschi, pelatih Carlo Ancelotti memilih Inzaghi sebagai pilihan utama.
Pilihan yang tepat. Meski sudah tua, 34 tahun, Inzaghi masih punya naluri mencetak gol yuang tinggi. Ibarat pisau, dia justru makin tajam. Apalagi, kini dia sudah tak diganggu cedera.
Setelah Milan kesulitan membongkar pertahanan Livorno, Inzaghi memecah kebuntuan. Bahkan, dia langsung memberikan tiga gol, hingga akhirnya Milan menang 4-1. Jelas sebuah prestasi besar, karena striker tua masih bisa membuat hat-trick. Ini juga sekaligus mengabarkan bahwa dirinya masih Super Pippo yang punya kemampuan mencetak gol dengan produktif.
Pantas jika dia mendapat kredit yang tinggi. Musim ini, dia ditampilkan 17 kali. Dan,termasuk hat-tricknya itu, dia sudah membukukan 9 gol. Di Liga Champions dia malah lebih garang. tampil 5 kali, dia mencetak 4 gol.
Pelatih Milan, Carlo Ancelotti pun tak bisa menyembunyikan pujiannya kepada Inzaghi. "Karena cedera yang membuatnya sering absen, orang mungkin sudah melupakan Inzaghi. Tapi, dia selalu menyimpan kekuatan besar. Begitu dimainkan, dia bisa mencetak banyak gol. Dia cocok bermain dengan Kaka dan Seedorf," katanya.
Ini mungkin musim kebangkitannya, setelah beberapa musim lesu karena cedera. Mungkin, kariernya memang tak lama lagi. Namun, melihat kemampuannya mencetak gol masih tinggi, rasanya masih akan ada gol demi gol dari kaki dan kepalanya. (HPR)
Dibaca : 5103 | Dikomentar : 28
HPR