


MANCHESTER, MINGGU - Kemenangan Manchester United 2-1 atas Arsenal pada pekan ke-34 di Old Trafford, Minggu (13/4), bagaikan lonceng bermakna ganda. Tanda perjuangan Arsenal untuk juara sudah tamat. Sebaliknya bagi MU. Kemenangan itu bagaikan lonceng yang mengiringi mereka menuju tangga juara.
MU kini memimpin klasemen dengan nilai 80, unggul 9 poin atas Arsenal dengan hanya sisa empat pertandingan. Gangguan terberat kini tinggal Chelsea yang berada di urutan kedua dengan nilai 74, tapi baru memainkan partai pekan ke-34 lawan Wigan pada Senin (14/4).
"Ya, kami sudah habis," kata Arsene Wenger ketika ditanya wartawan tentang peluang untuk juara Premier League 2007-08. Kami bermain dengan kualitas dan semangat. Saya bangga dengan penampilan para pemain. Tapi, hasilnya memang tak memuaskan. Apa yang bisa diperbuat lagi?"
"Dalam dua bulan terakhir ini, kami memang kurang beruntung. Anda bisa melihatnya lagi di Old Trafford. tapi saya percaya, tim kami cukup bagus dan berkualitas tinggi," katanya. Menurutnya, sebenarnya Arsenal sudah mengambil keuntungan dengan unggul lebih dulu lewat gol Emmanuel Adebayor. Namun, keberuntungan masih belum memihak. Meski bermain bagus, akhirnya kalah juga.
Sementara itu, pelatih MU, Sir Alex Ferguson langsung berbunga-bunga. Begitu wasit Howard Webb meniup peluit tanda pertandingan usai, dia langsung menghela napas panjang. Seolah melepaskan tekanan berat sepanjang 90 menit. Wajahnya pun merah-merona.
Menurutnya, gol Adebayor merupakan pukulan berat buat MU. Seolah, gelar juara yang sudah di depan mata, menjadi menjauh kembali. Beruntung, para pemainnya tidak panik dan terus berusaha mengejar ketinggalan.
"Ketika Adebayor mencetak gol, tangan saya sampai gemetar," kata Alex Ferguson.
"Sangat menegangkan! Kualitas pertandingan ini saya kira paling tinggi sepanjang tahun ini. Inilah pertandingan terbaik yang Anda liha di tahun ini. Arsenal menampilkan permainan yang sangat baik, dan kami mampu meladeninya serta memenangkan pertandingan," tambahnya.
Dia juga memberi pujian kepada Cristiano Ronaldo yang menambil tendangan penalti. Dalam keadaan tertinggal dan pada pertandingan berat dengan suasana yang menegangkan, dia tetap percaya diri dan sukses mengeksekusi penalti.
"Itu tekanan yang berat, tapi dia mampu menanggungnya," pujinya. (BBC)
Dibaca : 2392 | Dikomentar : 13