


MANCHESTER, MINGGU - MU tampil memukau di kandang sendiri saat menghadapi partai berat lawan Arsenal, Minggu (13/4). Meski sempat tertinggal 0-1, namun Christiano Ronaldo dkk mampu membalikkan keadaan dan menang 2-1. Kemenangan itu mendekatkan Setan Merah ke tangga juara Premier League 2007-08.
MU kini mengumpulkan nilai 80. Saingan terdekat mereka tinggal Chelsea yang baru menghadapi Wigan Athletic, Senin (14/3). Chelsea memiliki nilai 74. Jika Chelsea kalah, maka MU makin di ambang tahta. Sebaliknya, impian Arsenal untuk juara semakin terkubur. Sebab, di tempat ketiga, The Gunners sudah teringgal 9 poin dari MU.
Meski begitu, MU masih butuh memenangkan empat pertandingan sisanya. Terutama saat lawan Chelsea pada 26 April nanti. Jika pada pertandingan itu MU kembali menang, maka sudah pasti Setan Merah tak perlu susah payah lagi untuk juara.
Bagi Arsenal sendiri, kekalahan itu hampir pasti menutup peluangnya untuk juara. Sebab, The Gunners harus memenangkan seluruh sisa pertandingannya, sambil berharap MU dan Chelsea kalah di semua pertandingan terakhir mereka. Ini jelas sulit terjadi.
"Masih ada banyak poin yang harus kami raih untuk menentukan juara, tapi kami yakin bisa memenuhinya. Kami sangat jarang ketinggalan dulu di kandang sendiri, beruntung kami bisa bangkit dan membalikkan keadaan," kata defender MU, Rio Ferdinand.
Sementara itu Owen Hargreaves yang menjadi pahlawan kemenangan, mengakui pertandingan lawan Arsenal sangat berat. "Di babak pertama, Arsenal tampil lebih baik. Kami dipaksa harus bekerja lebih keras dan akhirnya berhasil mengalahkan mereka," ujarnya.
Mental dan kekompakan menjadi penentu kesuksesan MU pada pertandingan itu. Padahal, di awal pertandingan mereka sempat tertekan lebih banyak. Arsenal yang butuh kemenangan untuk mempertahankan gelar juara mencoba mengambil inisiatif serangan.
Beberapa kali, pemain Arsenal mengancam gawang MU. Menit ke-4, tendangan Cesc Fabregas sudah mengarah ke gawang. Tapi, tendangannya terlalu lemah dan mampu ditangkap kiper Edwin van der Sar.
Demikian juga dengan peluang Emmanuel Adebayor di menit ke-15. Umpan silang Eboue ke depan gawang Van der Sar tinggal ditanduk Adebayor. Namun, dia kurang cekatan, hingga Rio Ferdinand mampu membuangnya lebih dulu.
Baru memasuki menit ke-24, kedua tim mulai berimbang dalam melancarkan serangannya. Ancaman demi ancaman datang silih berganti. Apalagi memasuki babak kedua, pertarungan kembali sengit. Namun, Arsenal yang berhasil memanfaatkan peluang lebih dulu.
Berawal dari kerja sama Fabregas dan Van Persie, peluang pun tercipta. Umpan silang Van Persie ke depan gawang MU langsung ditanduk Adebayor dan gol pada menit ke-48.
Sayang, keunggulan itu hanya berlangsung tiga menit. William Gallas melakukan hands ball di kotak penalti, hingga Arsenal terkena hukuman tendangan 12 lepas. Cristiano Ronaldo yang menjadi eksekutor, tanpa kesulitan menaklukkan kiper Jens Lehmann, 1-1.
Sejak itu, pertarungan semakin ketat. Sayang, pada menit ke-70 pemain Arsenal melakukan pelanggaran kepada pemain MU. Tendangan bebas dari jarak 25 meter pun diberikan kepada MU. Owen Hargreaves yang menjadi penendang, dengan baik melepaskan bola kencang dan membobol gawang Lehmann, 2-1.
Meski Arsenal terus berusaha mengejar, tapi MU semakin solid. Begitu peluit akhir pertandingan ditiup wasit Howard Webb, Stadion Old Trafford pun gegap-gempita oleh sorak kegembiraan dan euforia suporter MU. Seolah, mereka tinggal selangkah lagi juara.
Sebaliknya, para pemain Arsenal tertunduk lesu. Begitu juga dengan pelatih Arsene Wenger. Seolah tak percaya, perjuangan manis mereka di awal kompetisi terhenti di Old Trafford. (HPR)
Dibaca : 5494 | Dikomentar : 35