Terkini
    No Latest
Kaki Gerrard akan Ditembak Gangster
Steven Gerrard saat mengendarai mobilnya.
Artikel Terkait:

Jumat, 11/4/2008 | 07:51 WIB

LIVERPOOL, JUMAT - Sebuah kelompok gangster menguntit Steven Gerrard dari tempat latihan. Mereka kemudian menabrakkan mobilnya ke mobil Gerrard, bahkan sudah mengancam akan menembak kakinya. Beruntung, Gerrard akhirnya dilepaskan, tapi teror terus menghantui.

Ancaman itu baru terungkan setelah ayahnya, Paul Gerrard, menulis surat ke pengadilan di Liverpool pekan ini. Surat itu diberikan berkaitan dengan pengadilan atas tuduhan perampokan dan pencurian kepada John Kinsella dan beberapa orang lainnya.

Dalam suratnya disebutkan, Paul dan Gerrard sempat dicekam ketakutan akibat teror geng tersebut. Sehingga, mereka menyuruh John Kinsella untuk menyuap para gangster agar menghentikan teror kepada bintang dan kapten Liverpoll tersebut.

Menurut Paul, Liverpool memberikan perlindungan ekstra kepada Gerrard. Dia juga sudah melaporkan hal itu kepada polisi untuk memberi perlindungan ekstra. Namun, teror para gangster itu baru berhenti, setelah dia menyuruh Kinsella untuk menghentikan teror tersebut.

"Saya katakan, pada 2001 anak saya Steven Gerrard diteror oleh kelompok gangster di Liverpool bernama The Psycho. Mereka mengancam akan mematahkan kakinya dengan tembakan senjata api," demikian surat Paul Gerrad yang dikirimkan kepada pengadilan.

"Mereka juga berusaha untuk memeras uang Gerrard dalam jumlah yang besar. Kami segera mengontak polisi dan meminta perlindungan. Itu memang sudah terjadi lama. Saat itu Gerrard sedang pulang ke rumah usai latihan. Mereka juga sempat menarik Gerrard yang masih memegang stir," jelas Paul.

"Kemudian, seorang teman memperkenalkan kami dengan Jon Kinsella. Kinsella kemudian menjamin kami bahwa mimpi buruk itu akan segera berakhir. Setelah itu, kami tak punya masalah lagi dengan gangster bawah tanah. Kami sekeluarga sangat menghormati Kinsella," tambahnya.

Kinsella sendiri sempat diinterograsi oleh pihak berwajib dengan dugaan terlibat aksi gangster bawah tanah tersebut. Namun, dia membantah ada hubungan dengan mereka, kecuali menjadi perantara keluarga Gerrard untuk membujuk mereka menghentikan aksi terornya.

Kinsella sendiri sekarang sedang berurusan dengan pengadilan atas tuduhan mencuri benda-benda bernilai 41.000 poundsterling (sekitar Rp 742,2 juta) dari sebuah gudang di Grantham, Lincolnshire, pada 19 Maret 2006. Dia juga dituduh mencuri deterjen senilai 33.000 poundsterling (sekitar Rp597,4 juta).

Sementara itu pengacara Kinsella, Gordon Aspden mengatakan, "Setelah berbagai bukti dan kesaksian dibeberken, klien kami terindikasi tidak terlibat dalam serangkaian perampokan dan pencurian."

Selain Kinsella, James Muldoon (28) dan Stephen McMullen (49) didatangkan ke pengadilan. Mereka juga membantah terlibat dalam perampokan. Hanya orang keempat, Thomas Hodgson (29) yang mengakui terlibat perampokan itu.

Untungnya, Steven Gerrard bisa lepas dari teror para gengster. Jika saja tidak selamat, Gerrard tak bisa bermain hingga kini. Liverpool juga belum tentu juara Liga Champions musim 2004-05.

Syukurlah, Gerrard! (BBC)

Dibaca : 5922 | Dikomentar : 9

HPR

Share on Facebook
A A A
komentar anda
johannes @ Sabtu, 12 April 2008 | 07:25 WIB
Maju terus Gerrad, dunia Salut sama lu. Kalau di Lvervool bisa hebat, di Timnas Juga gitu dong.
levi @ Jumat, 11 April 2008 | 22:18 WIB
kasihan Gerrard di terror terus,toh apa salahnya Gerrad.Tapi Gerrard emang hebat g pernah blz smua tindakan itu.SALUT ^_^
cumampir @ Jumat, 11 April 2008 | 17:40 WIB
Aduh Gerrad...sian....main kesini aja pasti jadi bintang sinetron:)
yudhi @ Jumat, 11 April 2008 | 16:03 WIB
susah ya jjd org keren....
ani @ Jumat, 11 April 2008 | 14:20 WIB
gerrard memang hebat dan tak pernah arogan layaknya becam.dia tak layak di teror.ayo gerrard keep moving show them you are the best
9 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code