
MILAN, KAMIS - Andriy Shevchenko rupanya tak tahan lagi menjadi pesakitan di Stamford Bridge. Karena tak jua menjadi pilihan utama di skuad Chelsea, striker asal Ukraina itu terpaksa "menjual diri" ke AC Milan dengan cara menelepon Carlo Ancelotti.
Menurut laporan seperti yang dilansir Goal, Kamis (10/4), Shevchenko dengan penuh emosi menelepon pelatih Milan tersebut. Dia berharap agar bos Rossoneri itu bersedia menggaetnya kembali ke San Siro.
Shevchenko pernah menjadi bintang Milan ketika masih berkostum Rossoneri dari tahun 1999 hingga 2006. Selama tujuh tahun bersama raksasa Italia itu, dia sangat produktif karena membukukan 127 gol dari 208 pertandingan yang dilakoni.
Sedang berada di puncak kejayaannya, Shevchenko membuat keputusan yang sangat mengejutkan karena menerima pinangan Chelsea pada musim panas 2006. Sayang, bersama raksasa Premier League itu Shevchenko benar-benar tenggelam karena dia sulit beradaptasi dengan gaya sepakbola Inggris.
Frustrasi lantaran tak bisa menemukan bentuk permainan terbaiknya dan sangat akrab dengan bangku cadangan, Shevchenko ingin kembali ke Italia. Karena itu, dia langsung menghubungi Ancelotti agar mau menariknya keluar dari Stamford Bridge.
Memang, sekitar pekan lalu Presiden Milan, Silvio Berlusconi, mengatakan bahwa dia berniat memanggil kembali Shevchenko. Akan tetapi, Ancelotti tak terlalu memberikan tanggapan positif karena gaya bekas pemain pujaan publik San Siro itu mirip Alexandre Pato.
Merasa peluangnya kembali ke Milan sangat kecil, Shevchenko berusaha "merayu" Ancelotti. Dia sendiri yang menelepon bekas pelatihnya tersebut.
"Saya sangat termotivasi. Saya ingin kembali dan mau menjadi bagian dari timmu," demikian pernyataan Shevchenko yang hanya mencetak empat gol di Premier League sepanjang musim ini, kepada Ancelotti. (LOU)
Dibaca : 1417 | Dikomentar : 5