


MILAN, MINGGU - Kemenangan 3-1 atas Cagliari membuat lega pelatih AC Milan Carlo Ancelotti. Menurutnya, permainan Milan telah kembali. Selain dapat memainkan Kaka dan Filipo Inzaghi kembali, Ancelotti juga dapat memainkan sistem 4-4-2 yang menjadi ciri khasnya.
"Akhirnya kami memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan menyatu. Kami menguasai segalanya, meskipun ada beberapa keletihan di akhir pertandingan," kata Ancelotti.
Rossonerri memang tampak bermain impresif sejak menit-menit awal. Kaka terus-menerus menekan dan menciptakan peluang di lini pertahanan Cagliari meskipun akhirnya hanya dapat mencetak satu gol, yakni gol pembuka di menit ke-9. Dua gol tambahan dari Pippo semakin memantapkan keunggulan Milan.
"Hal terpenting adalah kami menemukan kembali tim ini. Kami memperlihatkan bahwa mereka masih berusaha berjuang keras. Kami (masih) memiliki partai-partai yang sulit, tapi kami berharap dapat menyelesaikannya dengan tetap di puncak," lanjut Ancelotti.
Pada pertandingan berikutnya, Milan akan berhadapan dengan Juventus. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat mengingat Alessandro Nesta dan Kakha Kaladze pasti absen karena cedera. Demikian pula dengan Alberto Gilardino, Gennaro Gattuso, dan Giuseppe Favalli.
Dengan kegagalan Milan di Liga Champions dan Coppa Italia, kini harapan mereka satu-satunya adalah merebut tempat keempat yang kini diduduki Fiorentina. Dengan hanya satu tujuan, pemain menjadi semakin fokus dan lebih kompak mencapai sasaran.
"Ini membuat kami untuk kembali kompak. Ini solusi yang bagus, khususnya dalam melawan gerakan defensif. Kami juga akan bermain dengan cara ini hingga akhir pertandingan. Ketika Kaka absen, Anda perlu perhatian khusus dan malam ini dia kembali ke standar biasanya. Masalah muncul saat tidak ada Inzaghi selama satu bulan," lanjutnya.
Mengomentari soal rumor bakal dibawanya Ronaldinho dan Andriy Shevchenko ke San Siro, Ancelotti menjawabnya dengan kalimat diplomatis.
"Saya seorang pelatih dan juga pembuat evaluasi taktis. Ronaldinho adalah pemain hebat, di samping kariernya yang sedang sulit saat ini. Kami telah membuat investasi besar pada Alexandre Pato dan dia memiliki karakteristik seperti Shevchenko. Akan lebih bijak jika memiliki pemain dengan tipe berbeda, tapi bukan berarti Pato dan Sheva tidak dapat bermain bersama," tambahnya.
(CH4/LHW)
Dibaca : 1845 | Dikomentar : 5
LHW