


MILAN, JUMAT - Pelatih Inter Milan Roberto Mancini akhirnya buka kartu soal keputusan mundur dari San Siro, yang akhirnya ia batalkan, Kamis (13/3). Kepada pers, Mancio blak-blakan soal kegelisahannya di Inter, termasuk keinginannya untuk dipercaya sebagai pelatih.
"Kalau waktu dapat diulang kembali, saya tidak akan mengatakan apa yang sudah saya omongkan karena itu bukan suatu hal yang saya pikirkan atau yang diperlukan Inter," ujarnya kepada Sky Sport Italia.
Pantas jika Mancio gelisah dengan perkataannya tersebut sebab ia sama sekali belum berembuk dengan manajemen Inter. Keputusan mundur yang dikatakannya sesaat setelah pertandingan Inter melawan Liverpool memang mengagetkan dan terkesan mendadak. Waktu itu Mancini secara tegas menyatakan bahwa keputusan mundur bukan karena kekalahan mereka dari The Reds. Usut punya usut, ternyata hal itu dilakukannya karena ia merasakan tekanan yang amat besar, terutama dari pers. Tekanan itu membuat rasa ketidakpercayaan mengarah pada dirinya, terutama saat kekalahan datang di saat-saat genting.
"Kami melakukan banyak kesalahan (saat lawan Liverpool), tapi situasi menekan keinginan kami untuk memperbaiki diri. Saya berbicara kepada presiden (Massimo Moratti) dan saya hanya ingin merasa diri saya dipercaya sepenuhnya," kata Mancio.
Menurut Mancio, tekanan itu sangat besar berasal dari pers. Ia merasa semua media massa seolah menunjuk dirinya sebagai aktor di balik kegagalan tim. Ini sudah sering terjadi di Italia sehingga sikap Mancini dianggap tidak simpatik terhadap pers.
"Di Italia, masyarakat berasumsi bahwa jika timnya menang mereka memiliki pelatih bagus, dan jika kalah, berarti pelatihnya jelek. Kalau ada sesuatu yang tidak beres, mereka akan mencari kambing hitam dan biasanya adalah pelatih," kata Mancio.
Presiden Inter Massimo Moratti berperan besar atas batalnya pengunduran diri Mancini. Meski terkesan politis, Morratti mengatakan bahwa dirinya memahami keputusan Mancio dan menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Mancini. Morratti berharap Mancio tetap di San Siro demi keutuhan Nerazzuri.
"Semuanya terserah kepada Mancini dan tim untuk memperbaiki kondisi tim. Kejadian dapat mengganggu performa tim, tapi mereka harus berjuang agar itu tidak terjadi," kata Morrati.
Dibaca : 1124 | Dikomentar : 3
LHW