


BARCELONA, RABU - Kapten sekaligus skipper Barcelona Carles Puyol menuding media massa sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas cederanya striker Lionel Messi. Menurut Puyol, tekanan terus-menerus dari media memaksa pelatih Frank Rijkaard menurunk Messi meski pemain Argentina itu belum pulih benar.
"Anda harus membiarkan kami bekerja secara profesional. Cederanya Messi menjadi pelajaran bagi kita semua," kata Puyol.
Pada pertandingan melawan Celtic, Selasa (3/3) waktu Barcelona atau Rabu (4/3) WIB, Rijkaard langsung menurunkan Messi sebagai starter. Di pertandingan Rabu subuh, Barca yang bermain di atas angin sebetulnya tak memaksa Messi tampil mengingat mereka sudah unggul 3-2 di laga sebelumnya. Toh satu gol dari Xavi di menit ketiga sudah cukup bagi Azulgrana. Malang tak dapat ditolak, pada menit ke-35, Messi tak dapat meneruskan pertandingan. Pemain berusia 20 tahun itu mengerang kesakitan dan bahkan menitikkan air mata akibat cedera lamanya kembali kambuh. Tiga menit kemudian, ia digantikan Henry hingga pertarungan pungkas.
Dokter mengatakan, setidaknya diperlukan waktu enam minggu untuk menyembuhkan otot lutut kiri Messi. Cedera ini mengingatkan kita pada cedera yang dialaminya pada Desember lalu. Waktu itu, Messi juga membutuhkan waktu enam pekan untuk kembali normal. Messi sebetulnya masih memerlukan lebih banyak agar benar-benar pulih.
"Dokter mengatakan, ia rentan cedera jika ikut dimainkan. Media menekan kami dengan mengatakan bahwa Messi harus terus dimainkan, dan kini kita semua harus membayarnya," kata Puyol.
Rijkaard memang mendapatkan tekanan dari media setelah Barca dipukul Atletico Madrid di La Liga, Sabtu (1/3) lalu. Waktu itu Barca kalah 2-4 dan Messi tidak dicantumkan dalam daftar line-up. Media meminta agar Messi diturunkan dalam pertandingan penting mengingat golnya selalu memberi angin segar bagi Barca. Puyol juga menjadi sasaran kemarahan karena dua kali kesalahannya berbuah gol bagi lawan.
"Rijkaard memutuskan untuk mengistirahatkan Leo (saat lawan Atletico) di Calderon karena ia rentan mengalami cedera," tambah Puyol.
Dengan cederanya Messi, Barca akan kehilangan pemain lincah tersebut pada pertandingan perempat final Liga Champions yang akan diadakan 1-9 April 2008. Kehilangan Messi juga akan menambah beban Barca untuk mengejar Real Madrid di puncak klasemen La Liga semakin berat.
Henry akan menjadi pilihan Rijkaard untuk membombardir gawang lawan meskipun karakter Henry dan Messi berlainan. Meski sama-sama ditempatkan di depan, Messi lebih banyak difungsikan sebagai striker kedua atau gelandang serang yang bertugas memecah perhatian lawan dan memberikan umpan matang bagi Eto'o. Gerakannya yang lincah dan cepat memang sering merepotkan pertahanan lawan dan memudahkan Eto'o menusuk bidang lainnya.
Dibaca : 868 | Dikomentar : 0
LHW