Terkini
    No Latest
Format 8 Besar Ditiadakan
Suporter Persija The Jakmania
Jumat, 8/2/2008 | 17:25 WIB

JAKARTA, JUMAT – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menginstruksikan kepada Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengubah format kompetisi Liga Indonesia. PSSI meminta agar kompetisi tahun 2008 tidak menggunakan format delapan besar.

“Untuk musim kompetisi yang akan datang, format dengan mempergunakan delapan besar, empat besar, dan sebagainya, ditiadakan,” kata Sekretaris Umum PSSI Nugraha Besoes dalam jumpa pers di kantor PSSI Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/2).

Tentang apakah nantinya akan diadakan liga dengan sistem kompetisi penuh seperti di Inggris, Italia, maupun negara lain, hal itu masih akan dibahas oleh BLI. “Format serta sistem yang akan disusun nanti akan dilakukan oleh Badan Liga Indonesia,” lanjut Besoes.

Instruksi dari Ketua Umum PSSI itu diumumkan setelah PSSI memutuskan untuk memindahkan pelaksanaan final Liga Djarum Indonesia XIII/2007. Keputusan itu diambil berkaitan dengan kejadian tewasnya satu suporter akibat kerusuhan yang melibatkan suporter Persipura Jayapura dan Persija Jakarta, Rabu (6/2).

Nugraha juga meminta agar klub-klub peserta kompetisi mempersiapkan diri dengan hal tersebut, termasuk untuk tidak mengulangi kejadian Rabu malam tersebut. (LHW)

Dibaca : 968 | Dikomentar : 16

LHW

A A A
komentar anda
Bejo @ Senin, 11 Februari 2008 | 12:24 WIB
Aku setuju kalo format 8 Besar ditiadakan. PSSI konsisten gak? Ntar kalo ada sponsor yang berani bayar besar, sehingga jumlah pertandingannya jadi lebih banyak juga, berupah pikiran lagi. Capek deh!
solahuddin @ Minggu, 10 Februari 2008 | 06:55 WIB
yang mesti diubah itu bukan peraturannya tetapi pemimpinya. tapi sebagai pecinta sepak bola nasional, kami tetap optimis sepak bola indonesia akan maju.
jhon eris purba @ Sabtu, 9 Februari 2008 | 23:14 WIB
Gonta ganti sistem liga bagaikan penyakit demam. Kadang panas dan dingin. Tidak diperoleh serum untuk mengobatinya. Kerusuhan Sepak bola bukan semata karena kegagalan pengurus PSSI membangun sepakbola indonesia. PSSI hanyabernasib apes menjadi kompensasi rasa kekecewaan multi dimensi di Indonesia. Yang pasti sejarah akan mengukir sistem kompetisi kita adalah Nano-Nano.
ARYO @ Sabtu, 9 Februari 2008 | 19:23 WIB
TERNYATA ADA HUBUNGANNYA ANTARA PENONTON BOLA DENGAN PENDAPATAN PERKAPITA SUATU NEGARA, PENDAPATAN YANG BAIK IKUT MEREDAM EMOSI PENONTON, PENDAPATAN RENDAH PENONTON AKAN MELAMPIASKAN EMOSI DILAPANGAN, ITULAH TERJADI DI NEGARA KITA,SAYA JUGA AKAN MENGUSULKAN ADA TIGA DIVISI; DIVISI UTAMA, DIVISI SATU, DAN DIVISI 2,TIAP DIVISI ADA 15 TIM,DAN TIGA RANKING TERBAWAH DEGRADASI,DAN SEBALIKNYA 3 TIM PROMOSI. KALAU PERLI PSSI BENTUK TIMNAS YANG IKUT KOMPETISI DI NEGARA MAJU SEPAKBOLA,TETAPI PEMAIN TERSEBUT TIDAK DI AMBIL DARI KLUB,PSSI MENCARI BIBIT SENDIRI.
slebor @ Sabtu, 9 Februari 2008 | 10:52 WIB
saya salut dengan suporter-suporter kita yang terus memberi semangat kepada timnya...tapi yg kita sayangkan kenapa mesti terjadi hal seperti kemarin..haruskah kita seperti ini selamanya...!!?? buat suporter mania..janganlah memancing emosi suporter yg lain..sapa juga yg gak emosi klo di ejek..jadi marilah kita sama-sama menjga diri..dukung sepak bola kita biar maju..n..bisa go internasional..bravo sepak bola indonesia
16 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code