Terkini
    No Latest
Polisi Masih Selidiki Kematian Anggota Jakmania
Kamis, 7/2/2008 | 18:18 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus kematian suporter Persija Jakarta (Jakmania), M Faitful (21), saat berlangsungnya pertandingan semifinal Liga Indonesia, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu (6/2) malam.

"Belum diketahui siapa pelakunya, kita masih menyelidikinya," kata Kapolsek Metro Tanah Abang, Komisaris Pol  Joni Iskandar, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pihaknya baru meminta keterangan dari dua orang saksi yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menolong korban. "Saat kejadian, situasinya sangat ramai mengingat di lokasi ada empat pendukung kesebelasan," katanya.

Sementara itu, jenazah anggota Jakmania itu, sudah diambil oleh keluarganya dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis (7/2) pagi. Diketahui korban bernama M Faitful (21), warga Gang Pasir RT 09/01, Jagakarsa, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Sebelumnya dilaporkan, dua mobil pembawa pendukung tim Persatuan Sepakbola Jakarta (Persija) rusak parah dan dua penumpangnya mengalami luka-luka, setelah dilempari batu orang yang tidak dikenal seusai pertandingan Liga Indonesia antara Persija lawan Sriwijaya FC, di depan Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu.

Petugas kepolisian terpaksa menggiring dua mobil pembawa The Jakmania (pendukung Persija) ke dalam Mapolda Metro Jaya untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, termasuk ke dua orang penumpangnya yang luka-luka itu.

Traffict Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, menyebutkan, kedua mobil yang kacanya pecah akibat terkena lemparan batu itu, yakni, angkutan kota (angkot) bernomor polisi F 9694 H jurusan Rambutan-Cibinong dan Kopaja jurusan Ragunan-Tanah Abang.

"Berdasarkan informasi petugas di lapangan, peristiwa itu terjadi pada 20.40 WIB seusai pertandingan antara Persija lawan Sriwijaya FC," kata petugas TMC Polda Metro Jaya, Bripka Marsono.

Dibaca : 851 | Dikomentar : 4

ABD

Share on Facebook
A A A
komentar anda
indah @ Jumat, 8 Februari 2008 | 13:10 WIB
itu yang namanya teguh kasih komentarnya keterlaluan kalau utang nyawa 1 dibalas 2 nyawa pikiran orang bego ya gk ada habis habisnya, bisa bisa semua orang mati. Pikir dulu secara rasional. Tidak berpendidikan sama sekali.
Vincent @ Kamis, 7 Februari 2008 | 22:53 WIB
Saya prihatin dengan sepak bola tanah air. Setiap ada pertandingan sering berakhir dengan kericuhan dan tak jarang memakan korban jiwa. Bagaimana bisa maju prestasi sepak bola negeri ini. Setiap klub dan oficial harus membina suporter agar hal ini bisa dikurangi. Maju terus sepak bola Indonesia!
zaki @ Kamis, 7 Februari 2008 | 22:39 WIB
Indonesia mgkn bisa bersatu padu tanpa membedakan satu sama lain jk dijajah lagi sama negara lain. Klo g dijajah cari musuh, satu bangsa lagi. Wah, parah!!!!!
teguh @ Kamis, 7 Februari 2008 | 21:58 WIB
hari pembalasan pasti datang, tidurlah dengan tenang wahai sahabatku, utang nyawa 1 dibalas dengan 2 nyawa,
4 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code