Pahami "Laws of the Game" demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia - Kompas.com

Pahami "Laws of the Game" demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 15/11/2017, 17:46 WIB
Pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 antara Bhayangkara FC vs Persela Lamongan di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/10/2017), dipimpin wasit Australia Kris Griffiths-Jones.HERKA YANIS PANGARIBOWO/TABLOID Pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 antara Bhayangkara FC vs Persela Lamongan di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/10/2017), dipimpin wasit Australia Kris Griffiths-Jones.

KOMPAS.com - Menjalankan dan menaati Laws of the Game adalah kunci untuk mendapatkan pertandingan sepak bola yang berjalan lancar. Entah apa jadinya sebuah pertandingan jika tidak mengikuti aturan permainan yang ditetapkan The International Football Association Board (IFAB).

Wasit menjadi elemen terpenting dalam penerapan dan penegakan Laws of the Game di sebuah pertandingan. Integritas, ketegasan, dan keberanian wasit dalam menegakkan aturan permainan sepak bola sangat diperlukan demi lancarnya jalan sebuah pertandingan.

Integritas wasit-wasit asing aktif berlisensi FIFA dalam menegakkan Laws of the Game di kompetisi Gojek-Traveloka Liga 1 2017 lalu sangat berguna untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Menurut Ketua Departemen Wasit PSSI, Ngadiman Asri, penggunaan wasit asing sejak putaran kedua Liga 1 2017 lalu bisa mendukung upaya perbaikan sekaligus pembelajaran langsung bagi para pengadil lokal.

“Keputusan memakai wasit asing sebetulnya terasa berat buat kami karena kami percaya wasit-wasit Indonesia juga bagus. Sekarang, mereka bisa belajar soal pemahaman terhadap Laws of the Game dan cara jitu menghadapi protes dari pelatih asing,” ujar Ngadiman Asri.

Ngadiman Asri memberi contoh dan memuji keputusan wasit asal Iran, Mooud Bonyadifard, dalam pertandingan pekan ke-20 Liga 1 2017 antara Persija Jakarta melawan PSM Makassar di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, pada 15 Agustus 2017.

Pada babak kedua, wasit Mooud Bonyadifard mengusir pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, dari area permainan karena pelatih asal Belanda itu melancarkan protes berlebihan.     

Keputusan tersebut sesuai dengan yang tertulis dalam pasal 5 Laws of the Game mengenai wasit  untuk persoalan ofisial tim. Tertulis bahwa wasit dapat mengambil tindakan mengusir ofisial tim dari arena permainan jika tidak dapat mengendalikan diri untuk bersikap yang bertanggungjawab.

Contoh lain dari integritas dan keberanian wasit asing dalam menerapkan dan menegakkan Laws of the Game terjadi dalam pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2017 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, pada 3 November 2017.

Wasit berlisensi FIFA asal Australia, Shaun Evans, meniup pluit tanda pertandingan berakhir di menit 83 setelah Manajer Persib, Umuh Muchtar, memanggil para pemainnya di tengah permainan untuk memprotes keputusan wasit mengartu merah bek Maung Bandung, Vladimir Vujovic.

Mantan wasit lokal berlisensi FIFA, Purwanto, menilai keputusan Shaun Evans sudah tepat dan sesuai dengan Laws of the game pasal 5 tentang wasit.

"Sesuai aturan, wasit berhak memberikan teguran, peringatan, usiran, bahkan menghentikan pertandingan sebelum waktunya jika ada gangguan dari pihak luar. Tentu saja keputusan tersebut harus berdasarkan pertimbangan yang matang," kata Purwanto.

Tabloid BOLA Rapor Wasit Asing Liga 1

Keputusan-keputusan wasit berdasarkan Laws of the Game harus dihormati. Purwanto menjelaskan bahwa apapun keputusan wasit di atas lapangan bukan disebabkan kejengkelan pribadi terhadap salah satu pemain atau tim. Profesi ini memang mewajibkan pelakunya menjaga kebenaran dan keadilan dalam sebuah pertandingan.

"Kami tak bisa berlaku seenaknya karena terikat pada aturan. Kami pun wajib membuat laporan kepada otoritas yang berwenang setiap habis memimpin pertandingan di kompetisi," ujar Purwanto.

Salah satu dari lima asisten wasit Indonesia yang memiliki lisensi FIFA, Bangbang Syamsudar, menyebut penggunaan wasit asing di kompetisi Liga 1 2017 sebagai momentum perbaikan sekaligus evaluasi total bagi wasit-wasit lokal.

“Kami memandang positif penggunaan wasit asing. Artinya, kami mendapatkan pembelajaran supaya suatu saat nanti kami benar-benar menjadi wasit yang lebih profesional. Kami tetap semangat dalam berkarier,” tutur Bangbang Syamsudar.

Pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 antara Persija Jakarta vs Semen Padang di Stadion Patriot Candrabagha Bekasi, Jawa Barat, Minggu 22/10/2017, dipimpin oleh wasit asal Iran, Alireza. HERKA YANIS PANGARIBOWO/TABLOID Pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 antara Persija Jakarta vs Semen Padang di Stadion Patriot Candrabagha Bekasi, Jawa Barat, Minggu 22/10/2017, dipimpin oleh wasit asal Iran, Alireza.

Selain kepada wasit lokal, dampak lain penggunaan wasit asing adalah terhadap reaksi klub. Klub-klub peserta Liga 1 mulai jarang mengajukan protes terhadap kinerja wasit selama putaran kedua kompetisi karena merasa wasit berlaku adil dan mengusung semangat fair play.

Saat hanya menggunakan wasit lokal, operator kompetisi setidaknya menerima 20 protes dari berbagai klub selama putaran pertama. Memasuki putaran kedua, sampai pekan ke-32, jumlah protes menyusut ke angka tujuh, dengan catatan hanya ada dua protes yang ditujukan kepada wasit asing.  

“Perbedaan terbesar antara wasit asing dengan wasit lokal menurut pandangan saya adalah mereka tidak kenal siapa-siapa di lapangan sehingga bisa mengambil keputusan secara adil. Saya berharap ini bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga oleh wasit-wasit lokal,” ujar pelatih Persipura Jayapura, Wanderley.

“Saya pikir wasit asing lebih tegas dan mengerti peraturan di atas lapangan. Seharusnya wasit lokal mendapat pelajaran berharga dari hasil ini sehingga terpacu untuk bekerja lebih baik lagi,” kata bek Persija Jakarta, Maman Abdurrahman.

Namun, sebagus apapun wasit, sebagai manusia mereka tidak luput dari kesalahan dalam mengambil keputusan. Di lapangan wasit memiliki pandangan terbatas, tidak seperti kita yang berada di depan layar kaca dan dianugerahi tayangan ulang berkali-kali untuk sebuah momen. Sang pengadil pun harus membuat keputusan dalam waktu sepersekian detik.

"Keyakinan dan keberanian merupakan kunci bagi wasit untuk dapat memimpin pertandingan dengan baik," ucap Purwanto.

EditorJalu Wisnu Wirajati

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM