Pungut Sampah, Cara Pelatih Swedia Tetap "Menginjak Bumi" - Kompas.com

Pungut Sampah, Cara Pelatih Swedia Tetap "Menginjak Bumi"

Anju Christian
Kompas.com - 14/11/2017, 17:12 WIB
Pemain Swedia melakukan selebrasi setelah Jakob Johansson mencetak gol ke gawang Italia pada laga leg pertama play-off Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Friends Arena, Jumat (10/11/2017) waktu setempat.SOREN ANDERSSON / AFP Pemain Swedia melakukan selebrasi setelah Jakob Johansson mencetak gol ke gawang Italia pada laga leg pertama play-off Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Friends Arena, Jumat (10/11/2017) waktu setempat.

KOMPAS.com - Pelatih timnas Swedia, Janne Andersson, tetap "menginjak bumi" meskipun baru meraih kesuksesan besar.

Swedia baru dipastikan melaju ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah menang agregat 1-0 atas timnas Italia. Duel terakhir di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Selasa (14/11/2017), berakhir dengan skor "kacamata".

Italia pun tersingkir untuk kali pertama sejak 1958.

(Baca Juga: Italia Vs Swedia - Ada Friksi Ketika De Rossi Diminta Melakukan Pemanasan)

Pasca-laga, anak-anak dari Skandinavia berpesta secara gila. Para pemain terlihat menyerbu studio mini milik pembaca acara dan komentator Eurosport di stadion.

Eurosport adalah salah satu stasiun televisi yang menyiarkan laga Italia vs Swedia secara langsung.

Pun demikian di ruang ganti, di mana Andreas Granqvist dan kawan-kawan melakukan perayaan dan menebar banyak sampah. Di situ, kerendahan hati Andersson terlihat.

Sebuah foto di sosial media menunjukkan bahwa sang juru taktik membersihkan botol minuman yang berserakan. Gambar tersebut diambil oleh salah satu staf pelatih, Daniel Ekvall.

"Sikap ini menyoal respek. Saya tak mau pemain berperilaku tidak pantas dan ada orang yang harus membersihkan kekacauan dari kami," tutur Andersson seperti dilansir BolaSport.com dari Voetbalzone.

Wajarlah Andersson bersikap demikian. Pelatih berusia 55 tahun itu bukanlah siapa-siapa, hanya seorang eks pemain sepak bola di klub kasta ketiga dan keempat Liga Swedia.

AFP/KOMPAS.com Jejak Italia di Piala Dunia

Jangankan tampil di Piala Dunia, mengenakan seragam timnas Swedia saja tak pernah dirasakan oleh pria kelahiran Halmstad tersebut.

(Baca Juga: Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia, Sejarah Terulang di Giuseppe Meazza)

Dari latar belakangnya pula, Halmstad ingin mengajarkan kerendahan hati untuk anak-anak asuhnya. Buat dia, tidak ada sosok bintang seperti Zlatan Ibrahimovic yang sudah mundur.

"Kalau mau tampil bagus, kami harus tampil dengan kesatuan dan kolektivitas. Itulah kunci kesuksesan kami," ujar Andersson.

Kini, kolektivitas sukses mengantarkan Swedia ke Rusia, di mana Andersson mungkin akan memungut sampah lagi ketika timnya mencapai kesuksesan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAnju Christian
EditorAloysius Gonsaga AE
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM