Media Jerman Beberkan Keburukan Liga Indonesia karena Pengakuan Sanogo - Kompas.com

Media Jerman Beberkan Keburukan Liga Indonesia karena Pengakuan Sanogo

Kompas.com - 13/11/2017, 10:52 WIB
Boubacar Sanogo menjalani tes fisik bersama Madura United, Selasa (2/5/2017).Dok. Twitter @MaduraUnitedFC Boubacar Sanogo menjalani tes fisik bersama Madura United, Selasa (2/5/2017).

KOMPAS.com — Mantan pemain Madura United, Boubacar Sanogo, membeberkan pengalamannya bermain di Liga Indonesia. Dia mengaku tidak senang bermain dalam kompetisi di Tanah Air karena fasilitas yang sangat minim.

Striker asal Pantai Gading ini diputus kontraknya oleh manajemen Madura United lantaran penampilannya tidak sesuai harapan. Pemain yang pernah membela klub Jerman, Werder Bremen, sangat tidak produktif lantaran hanya mencetak satu gol.

(Baca Juga: Cetak Dua Gol, Comvalius Samai Catatan Striker Tersubur Asia Tenggara Musim 2017)

Sanogo hanya betah merumput di Liga Indonesia selama dua bulan. Berdasarkan data Soccerway, dia hanya bermain 231 menit dalam ajang Liga 1.

Melansir dari media Jerman, T-Online, Sanogo membeberkan pengalamannya bermain di Liga Indonesia. Dia buka suara mengenai pengalamannya yang kurang enak saat merumput di Indonesia karena fasilitas di stadion kurang memadai, jauh berbeda dibandingkan dengan Liga Jerman.

(Baca Juga: VIDEO - Perjalanan Bhayangkara FC dari Awal Musim hingga Meraih Gelar Juara Liga 1)

"Saya tidak senang berada di Indonesia, strukturnya bisa dibilang berantakan," ujarnya saat diwawancarai T-Online pada Kamis (9/11/2017).

"Di tempat latihan, kami bahkan tidak memiliki ruang ganti pakaian ataupun tempat mandi," kata Sanogo, pemain timnas Pantai Gading medio 2006-2010 ini.

"Jadi, kami harus berganti pakaian di rumah," tambahnya.

Eks striker Madura United, Boubacar Sanogo.T-ONLINE Eks striker Madura United, Boubacar Sanogo.

Cuma tiga bulan

Kebersamaan pemain 34 tahun ini dengan Madura United tidak berjalan lama. "Laskar Sape Kerrap" secara resmi tidak memperpanjang masa kerja Sanogo mulai 10 Juli 2017, menjelang bergulirnya putaran kedua Liga 1.

Sonogo digadang-gadang menjadi mesin gol Madura United bersama Peter Odemwingie saat pertama kali bergabung. Namun, ia gagal memberikan kontribusi yang maksimal.

"Per 10 Juli, kerja sama dengan Sanogo kami selesaikan lewat berbagai pertimbangan. Penilaian utama berdasarkan hasil evaluasi dari kebutuhan tim dan jam bermain," kata Presiden Achsanul Qosasi kala itu.

(Baca Juga: Demi Persib Bandung, Emral Abus Harus Korbankan Gelar Profesornya)

Menurut AQ, sapaan karib Achsanul, keputusan memutus kontrak Sanogo ini bukan perkara mudah. Tidak hanya soal kemampuan teknis sang pemain, tetapi juga ada beberapa faktor lain yang menjadi bahan pertimbangan, termasuk sulitnya mencari pemain pengganti untuk putaran kedua.

Catatan statistik Sanogo bersama Madura United memang tidak cukup baik. Untuk ukuran pemain asing, menit tampil yang dia dapatkan cukup minim karena hanya bermain dalam lima laga, empat di antaranya sebagai pemain pengganti.

Sanogo juga hanya mampu mencetak satu gol. Gol tersebut dia jaringkan pada laga melawan Persegres Gresik United.

EditorAloysius Gonsaga AE
SumberBolaSport
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM