Swedia Vs Italia, Gli Azzurri di Antara Momen 1958 dan 1998 - Kompas.com

Swedia Vs Italia, Gli Azzurri di Antara Momen 1958 dan 1998

Kompas.com - 10/11/2017, 17:31 WIB
Pelatih timnas Italia, Gian Piero Ventura, menyelamati para pemainnya seusai laga uji coba kontra Uruguay di Nice, 7 Juni 2017. AFP/VALERY HACHE Pelatih timnas Italia, Gian Piero Ventura, menyelamati para pemainnya seusai laga uji coba kontra Uruguay di Nice, 7 Juni 2017.

KOMPAS.com - Tim nasional Italia wajib mengesampingkan trauma gagal lolos ke Piala Dunia yang terjadi pada 1958 alias 59 tahun lalu saat berhadapan dengan Swedia dalam laga leg pertama play-off Piala Dunia 2018 di Solna, Swedia, Jumat (10/11/2017) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.

Italia ketika itu gagal lolos ke Piala Dunia 1958 karena kalah dari Irlandia Utara dalam babak play-off.

Seperti dikutip BolaSport.com dari BBC, ketika itu Gli Azzurri hanya finis di urutan kedua grup 8 Kualifikasi Piala Dunia 1958 Zona Eropa.

(Baca juga: Kiper Liverpool Ini Yakin Masih Bisa Kejar Manchester City)

Padahal, dari tiap grup, hanya ada satu tim yang berhak lolos ke Piala Dunia.

Italia gagal melangkah ke Swedia 1958 karena mereka kalah 1-2 oleh Irlandia Utara yang kemudian lolos sebagai juara Grup 8.

Piala Dunia 1958 menandai satu-satunya momen ketika Italia gagal lolos ke turnamen sepak bola terbesar sedunia tersebut.

Para pemain Italia keberhasilan Eder mencetak gol penyama kedudukan pada laga versus Bulgaria di Sofia. AFP PHOTO / NIKOLAY DOYCHINOV Para pemain Italia keberhasilan Eder mencetak gol penyama kedudukan pada laga versus Bulgaria di Sofia.

Ketimbang terbebani kenangan 1958, Italia wajib meneladani skuad asuhan Cesare Maldini pada 1998.

(Baca Juga: Romelu Lukaku Paceklik Gol, Pelatih Belgia Tidak Cemas)

Mereka kala itu juga harus melewati babak play-off karena status runner-up Grup 2 pada babak kualifikasi.

Paolo Maldini dkk harus menantang Rusia pada babak play-off.

Hasilnya, mereka lolos dengan agregat 2-1 setelah imbang 1-1 pada leg pertama dan menang 1-0 pada leg kedua.

Kurang lebih 19 tahun setelah momen tersebut, Italia sekali lagi berjibaku pada babak play-off Piala Dunia.

Mereka harus melewati hadangan Swedia melalui dua leg.

Pasukan Giampiero Ventura punya dua pilihan: mengulang momen 1958 atau 1998.

Bagaimana, Gli Azzurri? (Lariza Oky Adisty)


EditorEris Eka Jaya
SumberBolaSport
Komentar

Terkini Lainnya

Hasil Liga Italia, Napoli Menang dan Kembali ke Puncak Klasemen

Hasil Liga Italia, Napoli Menang dan Kembali ke Puncak Klasemen

Liga Italia
Simeone Minta Fans Atletico Dukung Griezmann

Simeone Minta Fans Atletico Dukung Griezmann

Liga Spanyol
Bambang Pamungkas Kehilangan Medali Saat Pesta Juara

Bambang Pamungkas Kehilangan Medali Saat Pesta Juara

Liga Indonesia
Sepasang Suami-Istri bersama Bayi 14 Bulan Ikut Pawai The Jakmania

Sepasang Suami-Istri bersama Bayi 14 Bulan Ikut Pawai The Jakmania

Liga Indonesia
Piala FA, Guardiola Mewaspadai Potensi Kejutan Tim Gurem

Piala FA, Guardiola Mewaspadai Potensi Kejutan Tim Gurem

Liga Inggris
Air Mata Ketua The Jakmania Saat Pawai Trofi Piala Presiden

Air Mata Ketua The Jakmania Saat Pawai Trofi Piala Presiden

Liga Indonesia
Hasil Liga Italia, Juventus Geser Napoli dari Puncak

Hasil Liga Italia, Juventus Geser Napoli dari Puncak

Liga Italia
Spalletti Sebut Inter Sedang Rapuh

Spalletti Sebut Inter Sedang Rapuh

Liga Italia
3 Alasan Bali United Mundur dari Piala Gubernur Kaltim

3 Alasan Bali United Mundur dari Piala Gubernur Kaltim

Liga Indonesia
Robben Terkesan dengan Kiprah Guardiola bersama Man City

Robben Terkesan dengan Kiprah Guardiola bersama Man City

Liga Inggris
Anies Baswedan: Saya Sudah Dengar Teriakan soal Stadion

Anies Baswedan: Saya Sudah Dengar Teriakan soal Stadion

Liga Indonesia
Alasan Penunjukan Joko Driyono sebagai Plt Ketua Umum PSSI

Alasan Penunjukan Joko Driyono sebagai Plt Ketua Umum PSSI

Liga Indonesia
Juara Piala Presiden 2018, Persija Disambut Anies di Balai Kota

Juara Piala Presiden 2018, Persija Disambut Anies di Balai Kota

Liga Indonesia
Giroud Ungkap Perbedaan Cara Melatih Conte dan Wenger

Giroud Ungkap Perbedaan Cara Melatih Conte dan Wenger

Liga Inggris
Xavi Sebut Neymar Lebih Baik daripada Ronaldo

Xavi Sebut Neymar Lebih Baik daripada Ronaldo

Liga Spanyol

Close Ads X