Karier Robben, dari Berambut sampai Botak dan Legenda Tanpa Trofi - Kompas.com

Karier Robben, dari Berambut sampai Botak dan Legenda Tanpa Trofi

Kompas.com - 11/10/2017, 19:43 WIB
Pemain sayap timnas Belanda, Arjen Robben (11), mencetak gol penalti ke gawang Swedia pada babak pertama partai Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Amsterdam Arena, Rabu (11/10/2017).EMMANUEL DUNAND/AFP Pemain sayap timnas Belanda, Arjen Robben (11), mencetak gol penalti ke gawang Swedia pada babak pertama partai Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Amsterdam Arena, Rabu (11/10/2017).

KOMPAS.com - Kegagalan timnas Belanda lolos ke Piala Dunia 2018 sekaligus menjadi garis finis karier Arjen Robben bersama skuad Oranje. Dia mengakhiri kiprahnya bersama pasukan Oranye yang sudah dibela sejak 2003.

Timnas Belanda cuma finis di peringkat ketiga Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa, yang membuat mereka gagal meraih tiket ke Rusia. Robben langsung memutuskan pensiun membela negaranya setelah berseragam timnas senior.

Sayap ofensif berusia 33 tahun ini menutup kiprah dengan 37 gol dalam 96 caps. Rekor yang dibuat Robben ialah kolektor penampilan terbanyak ke-9 di timnas Belanda dan pencetak gol terbanyak ke-4.

Dalam kurun 14 tahun memperkuat timnas Belanda, berikut transformasi sang legenda Negeri Tulip.

1. Piala Eropa 2004

Arjen Robben melakoni debut di timnas senior pada laga uji coba melawan Portugal, April 2003. Ketika itu, dia masih berusia 19 tahun. Turnamen besar pertamanya ialah Piala Eropa 2004 di Portugal.

Pelatih Dick Advocaat memanggil Robben bersama pemain muda lain yang mencuat kala itu, seperti Wesley Sneijder dan Johnny Heitinga. Uniknya, Robben menutup karier juga saat Belanda ditangani Advocaat.

Pada ajang ini, Robben yang masih berambut agak lebat membantu Oranje ke semifinal.

2. Piala Dunia 2006

Ekspresi Arjen Robben setelah mencetak gol untuk timnas Belanda ke gawang Serbia & Montenegro di partai Piala Dunia 2006 di Leipzig, 11 Juni 2006.ODD ANDERSEN/AFP Ekspresi Arjen Robben setelah mencetak gol untuk timnas Belanda ke gawang Serbia & Montenegro di partai Piala Dunia 2006 di Leipzig, 11 Juni 2006.

Jerman 2006 menjadi debut Arjen Robben dalam ajang Piala Dunia. Start Robben cemerlang dengan mencetak gol kemenangan Belanda atas Serbia & Montenegro pada fase grup.

Hanya, langkah Oranje terhenti pada babak 16 besar akibat dikalahkan Portugal 0-1.

Pada edisi ini, garis rambut Robben sudah mulai mundur dan terus menunjukkan gejala kebotakan.

3. Piala Eropa 2008

Robben menjalani turnamen sebagai pemain Real Madrid setelah direkrut dari Chelsea tahun sebelumnya.

Belanda menjadi salah satu kandidat kuat juara karena materi mentereng lini serang beranggotakan Robben, Robin van Persie, Sneijder, Dirk Kuyt, sampai Klaas-Jan Huntelaar.

Ekspektasi pun membubung dengan tiga kemenangan beruntun meyakinkan pada fase grup atas Italia 3-0, Perancis 4-1, dan Rumania 2-0.

Toh, semua asa langsung runtuh pada fase gugur. Timnas Belanda dihajar Rusia 1-3 pada babak perempat final.

Soal penampilan di Piala Eropa 2008, rambut bagian depan Robben terus terkikis tipis.

4. Piala Dunia 2010

Piala Dunia tahun ini sangat vital bagi Robben karena menandakan pencapaian terbaiknya selama berseragam timnas Belanda. Mencetak dua gol sepanjang turnamen, pemain kelahiran 23 Januari 1984 ini mengantar Belanda ke final.

Robben tampil penuh saat Belanda ditekuk Spanyol lewat gol Andres Iniesta pada babak tambahan waktu dalam partai puncak.

5. Kiprah 2012 sampai akhir yang kelam

Arjen Robben (kanan) merayakan gol timnas Belanda ke gawang Bulgaria pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Amsterdam Arena, Minggu (3/9/2017).JOHN THYS/AFP Arjen Robben (kanan) merayakan gol timnas Belanda ke gawang Bulgaria pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Amsterdam Arena, Minggu (3/9/2017).

Seturut kemunduran prestasi timnas Belanda, kurun antara Piala Eropa 2012 sampai tahun 2017 menjadi periode pasang-surut dalam fase akhir karier Robben.

Setelah terpuruk di posisi buncit fase grup Piala Eropa 2012, Oranje memperbaiki diri pada Piala Dunia 2014 dengan menempati peringkat ketiga.

Robben juga terpilih masuk Tim Terbaik Piala Dunia 2014.

Hanya, selanjutnya adalah masa kelam dalam perjalanan Belanda menuju turnamen besar. Timnas Negeri Tulip gagal lolos beruntun ke Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018.

Robben pun menutup periode masa bakti untuk timnas dengan ban kapten dan kepala yang gundul.

Dalam laga terakhir kontra Swedia (10/10/2017), tak sehelai pun rambut terurai lagi di kepala Robben, persis kariernya sebagai legenda tanpa trofi selama 14 tahun membela Belanda. (Beri Bagja)

EditorAloysius Gonsaga AE
SumberBolaSport
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM