Serge Aurier Ungkap Alasan Hengkang dari PSG - Kompas.com

Serge Aurier Ungkap Alasan Hengkang dari PSG

Eris Eka Jaya
Kompas.com - 06/09/2017, 17:47 WIB
Bek Paris Saint-Germain asal Pantai Gading, Serge Aurier (2 dari kanan), mencetak gol ke gawang Nantes pada laga Ligue 1 di Beaujoire stadium di Nantes, Sabtu (26/9/2015).AFP/JEAN-SEBASTIEN EVRARD Bek Paris Saint-Germain asal Pantai Gading, Serge Aurier (2 dari kanan), mencetak gol ke gawang Nantes pada laga Ligue 1 di Beaujoire stadium di Nantes, Sabtu (26/9/2015).

KOMPAS.com - Bek baru Tottenham Hotspur, Serge Aurier, mengungkapkan alasannya meninggalkan Paris Saint-Germain ( PSG).

Serge Aurier meninggalkan PSG karena merasa tidak dihargai sebagai pemain.

Meskipun ditawari perpanjangan kontrak tiga tahun oleh klub asuhan Unai Emery itu, Aurier lebih memilih hengkang.

Setelah ditebus Spurs seharga 23 juta pounds, Aurier bersiap melakoni debut untuk klub berjuluk Lilywhites dalam laga kontra Everton, Sabtu (9/9/2017).

Pria berusia 24 tahun ini bergabung dengan Spurs sebagai pengganti Kyle Walker yang hengkang ke Manchester City.

"Saya menginginkan hidup baru karena PSG tidak menghormati kemampuan saya. Mereka fokus ke masalah di luar sepak bola," ujar Aurier.

Dilansir BolaSport.com dari Sky Sports, pesepak bola asal Pantai Gading itu tiba di Spurs dengan reputasi sebagai tokoh kontroversial yang banyak melakukan pelanggaran.

Kasus terbaru Aurier ialah ketika dia diberi hukuman dua bulan pada musim panas lalu karena menyerang seorang polisi di luar kelab malam di Paris.

Untung bagi Aurier, hukuman tersebut bisa dikurangi setelah pihaknya mengajukan banding.

"Secara statistik, saya adalah pemain bertahan paling berpengaruh di Liga Perancis selama 2013 hingga sekarang," ujar Aurier.

Aurier pun telah memenangi lima trofi. Namun, sang bek kanan merasa PSG lebih menyoroti kehidupannya di luar lapangan daripada prestasinya dalam sepak bola.

Selain merasa tak dihargai PSG dan ingin mencari hal baru, Aurier sudah jengah dengan pemberitaan media-media Eropa.

Bagi Aurier, media terlalu membesar-besarkan masalah yang menimpanya.

"Jika tidak kuat secara mental, saya pasti sudah hancur," ujar Aurier.

PenulisEris Eka Jaya
EditorEris Eka Jaya
SumberBolaSport
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM