Dua Pemain Iran Dicoret dari Timnas karena Lawan Klub Israel - Kompas.com

Dua Pemain Iran Dicoret dari Timnas karena Lawan Klub Israel

Kompas.com - 11/08/2017, 08:31 WIB
Pemain timnas Qatar, Boualem Khoukhi (tengah), berebut bola dengan pemain Iran, Masoud Shojaei (kanan) serta Ehsan Hajsafi (kiri), dalam pertandinga Grup C Piala Asia di Sydney, 15 Januari 2015.PETER PARKS/AFP Pemain timnas Qatar, Boualem Khoukhi (tengah), berebut bola dengan pemain Iran, Masoud Shojaei (kanan) serta Ehsan Hajsafi (kiri), dalam pertandinga Grup C Piala Asia di Sydney, 15 Januari 2015.

ANKARA, KOMPAS.com - Dua pemain Iran yang bermain untuk klub Yunani harus menerima kenyataan pahit dicoret dari skuad tim nasional. Ini merupakan hukuman yang diberikan negaranya karena mereka terlibat dalam pertandingan melawan klub Israel.

Menteri olahraga Iran Mohammad Reza Davarzani yang memberikan konfirmasi tersebut. Dia memberikan pernyataan melalui televisi pada Kamis (10/8/2017), bahwa dua pemain itu melanggar aturan negara.

Dua pemain tersebut adalah Masoud Shojaei, yang merupakan kapten timnas, dan Ehsan Hajsafi. Mereka bermain untuk Panionios ketika melawan Maccabi Tel Aviv dalam ajang kualifiksi ketiga Liga Europa pada 3 Agustus. Ini mengundang reaksi negatif dari negaranya karena Iran tidak mengakui Israel.

"Hajsafi dan Shojaei tidak mendapatkan tempat lagi di tim nasional Iran. Mereka sudah melanggar batas merah Iran," ujar Davarzani.

"Bermain melawan representasi Israel tidak dapat diterima oleh negara kami."

Hajsafi dan Shojaei ini hanya bermain pada leg kedua di kandang. Mereka menolak tampil pada leg pertama yang berlangsung di Israel meskipun harus menghadapi tekanan dan denda berupa uang dari klub.

Melalui media sosial, sejumlah pesepak bola terkemuka dan banyak orang Iran yang mendukung langkah Hajsafi dan Shojaie. Mereka mengakui dua pemain ini tidak mempunyai pilihan selain terlibat dalam pertandingan karena sudah dipilih.

Meskipun demikian, federasi sepak bola Iran mengatakan bahwa Hajsafi dan Shojaie seharusnya tidak bermain. Bahkan bila keputusan tersebut berujung getir karena ada kemungkinan kontrak mereka diputus oleh klub Yunani itu.

Tindakan pemerintah Iran ini bisa berdampak sanksi dari FIFA bagi sepak bola negaranya karena federasi tertinggi sepak bola dunia ini melarang adanya intervensi politik di dalam sepak bola internasional.

Padahal, Iran menjadi negara pertama dari Asia yang memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Tiket itu mereka raih pada Juni lalu di mana Shojaei tampil selama 70 menit sedangkan Hajsafi menjadi cadangan saat menang atas Uzbekistan.

Panionios gagal melanjutkan kiprah mereka pada kompetisi kasta kedua antarklub Eropa ini. Mereka kalah agregat 0-1 sehingga Maccabi yang berhak lolos ke babak playoff untuk memperebutkan tiket ke fase grup.

EditorAloysius Gonsaga AE
SumberReuters
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM