Pelatih Puerto Riko Bicara soal Luis Milla dan Diego Maradona - Kompas.com

Pelatih Puerto Riko Bicara soal Luis Milla dan Diego Maradona

Anju Christian
Kompas.com - 11/06/2017, 17:42 WIB
MARCA Pelatih timnas Puerto Riko, Carlos Cantarero.

KOMPAS.com - Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Luis Milla, mendapatkan pujian dari koleganya di Puerto Riko, Carlos Cantarero.

Melihat ke belakang, Milla dan Cantarero mungkin sudah mengenal satu sama lain. Mereka sama-sama berasal dari Spanyol dan sempat mencicipi Divisi Primera La Liga - kasta teratas Liga Spanyol.

Perbedaannya, Milla sudah mendapat sorotan sejak berkarier sebagai pemain karena sempat membela tim besar seperti Barcelona dan Real Madrid. Adapun Cantarero baru menanjak ketika menangani Atletico Madrid pada 2001.

Karena kesamaan yang ada, Cantarero pun mengaku sering mengamati perjalanan karier Milla dari sebagai pemain hingga pelatih.

"Milla pastinya telah melakukan pekerjaan fantastis di Spanyol. Namun, lebih penting dari itu, saya melihat bahwa dia sedang menjadi pelatih timnas Indonesia saat ini," ucap Cantarero dalam wawancara bersama PSSI.

"Dia bisa mengimplementasikan gaya sepak bolanya di negeri ini. Jadi, saya sangat terkesan dengan dia," ujar sosok berusia 55 tahun itu.

Baca: 5 Bintang Dunia yang Pernah Diasuh Luis Milla

HERKA YANIS PANGARIBOWO/JUARA Pelatih tim nasional Indonesia, Luis Milla, menjalani wawancara bersama JUARA dan Kompas.com di Hotel Yasmin, Karawaci, Senin (8/5/2017).

Seperti dikatakan Cantarero, Milla memang tergolong memegang teguh filosofinya. Dia ingin agar Tim Garuda memeragakan permainan dengan dasar penguasaan bola dan operan dari kaki ke kaki.

Pandangan tersebut ternyata juga diusung oleh Cantarero. Dengan gaya tersebut, sebuah tim dianggap tidak perlu terlalu bergantung dengan kondisi fisik.

"Lihatlah Diego Maradona atau Ronaldo (Luis Nazario). Mereka adalah pemain-pemain ‘gempal’ yang sedikit kelebihan berat badan, tetapi tetaplah pesepakbola fantastis," ucap Cantarero.

"Jadi, bagi kami, kehadiran pemain postur badan yang lebih tinggi dan kekar bukanlah sebuah keuntungan,” kata dia.

Baca: Mencari Gol Ketiga untuk Bayi Bernama Jax Elion Lilipaly

 

A post shared by PSSI - FAI (@pssi__fai) on Jun 1, 2017 at 10:26am PDT

Penuturan Cantarero dilontarkan menjelang laga uji coba antara Puerto Riko dan Indonesia di Stadion Maguwarjo, Sleman, Selasa (13/6/2017). Sebelum itu, pasukan Cantarero bakal menjajal salah satu tim lokal sebagai pemanasan.

"Saya ingin mengundang seluruh rakyat Indonesia untuk hadir di Maguwarjo pada 13 Juni untuk melihat permainan kami," ucap Cantarero.

PenulisAnju Christian
EditorAnju Christian
Komentar