"Balerina" di Lini Depan Barcelona Bukanlah Messi - Kompas.com

"Balerina" di Lini Depan Barcelona Bukanlah Messi

Anju Christian
Kompas.com - 07/05/2017, 08:00 WIB
LLUIS GENE/AFP Penyerang FC Barcelona, Neymar, terlihat kecewa setelah gagal memanfaatkan peluang dalam laga La Liga kontra Malaga, di Stadion Camp Nou, Sabtu (19/11/2016).

BARCELONA, KOMPAS.com - Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengapresiasi performa Neymar saat timnya menang 4-1 atas Villarreal pada partai lanjutan La Liga, kasta teratas Liga Spanyol, di Stadion Camp Nou, Sabtu (6/5/2017).

Lionel Messi mencetak dua dari empat gol tim beralias La Blaugrana itu, sisanya berkat Suarez dan Neymar. Villarreal cuma membalas satu lesakan via Cedric Bakambu.

Termasuk empat lesakan ke gawang Villarreal, komposisi lini depan yang kerap disebut trio MSN itu sudah merangkum 101 gol pada berbagai ajang musim 2016-2017.

"Mereka mungkin saja menjadi komposisi penyerang terbaik di dunia," kata Enrique, seperti dikutip dari SPORT.

Messi adalah personel terproduktif dalam laga ini, tetapi Enrique justru memberi sorotan lebih kepada Neymar.

Sebab, penyerang Brasil berusia 25 tahun itu mencetak gol pembuka Barcelona dan memperlihatkan skill menawan sepanjang pertandingan. 

"Dia menginterpretasikan sepak bola berbeda dari siapa pun, bahkan tidak seperti pemain lain asal Brasil. Kebanyakan solo run Neymar sangat cepat hingga saya tak bisa melihat apa yang dia lakukan," ucap Enrique.

Contoh aksi keren Neymar terjadi dalam proses menuju gol keempat Barca lewat eksekusi penalti Messi.

Setelah menerima bola di dekat garis tepi lapangan, Neymar mencungkilnya melewati badan bek lawan, Mario Gaspar.

Kelar mengecoh Gaspar, dia mengumpan bola kepada Suarez. Nama terakhir melepaskan tembakan yang mengenai tangan Jaume Costa hingga berakibat hukuman buat Villarreal.

"Sungguh sebuah kenikmatan tersendiri menyaksikannya. Terkadang apa yang dia lakukan lebih seperti tarian balet daripada sepak bola," kata Enrique lagi. 

Kemenangan atas Villarreal sempat memperlebar jarak antara Barcelona dan Real Madrid menjadi tiga poin di klasemen.

Namun, Real Madrid yang menaklukkan Granada beberapa jam kemudian menyamakan kedudukan lagi menjadi 84 poin di antara kedua kubu. Madrid punya kans melampaui Barcelona karena menyimpan satu partai lebih banyak.

"Madrid? Satu-satunya kondisi yang harus kami hadapi adalah meraih sembilan poin dari tiga laga terakhir. Saya memilih untuk hanya fokus pada pekerjaan kami dan apa yang bisa kami kontrol," ujar Enrique. (Berry Bagja)


PenulisAnju Christian
EditorEris Eka Jaya
SumberJUARA
Komentar

Terkini Lainnya