Messi Dihukum, Maradona Ragukan Argentina Lolos ke Piala Dunia 2018 - Kompas.com

Messi Dihukum, Maradona Ragukan Argentina Lolos ke Piala Dunia 2018

Eris Eka Jaya
Kompas.com - 25/04/2017, 15:30 WIB
DANIEL GARCIA/AFP Ekspresi Diego Maradona (kiri) dan Lionel Messi setelah Argentina kalah dari Jerman pada perempat final Piala Dunia 2010 di Stadion Green Point, Cape Town, 3 Juli 2010.

KOMPAS.com - Legenda Argentina, Diego Maradona, meragukan apakah negaranya bisa lolos ke Piala Dunia 2018.

Keraguan itu didasari karena sang bintang, Lionel Messi, harus absen bermain karena mendapat hukuman. 

Messi dianggap terbukti menghina asisten wasit, Emerson Augusto de Carvalho, dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan kontra Cile, Kamis (23/3/2017).

Penyerang Barcelona itu diberitakan marah pada akhir pertandingan karena Carvalho mengangkat bendera pertanda pelanggaran yang dilakukan kapten Argentina itu.

Gerak tubuh dan ucapan Messi dianggap menghina asisten wasit. Dia pun harus menerima hukuman dilarang tampil pada laga internasional sebanyak empat laga.

Hal itu pun menjadi kerugian besar bagi Tim Tango, julukan Argentina, yang kini "hanya" menempati posisi kelima, peringkat play-off, pada babak Kualifikasi Zona Conmebol.

Argentina hanya memenangi enam laga dari 14 pertandingan.

Karena itulah, dengan absennya Messi, Maradona merasa ragu Argentina bisa lolos ke Piala Dunia 2018.

"Kami kacau," katanya kepada Radio Rivadavia, seperti dikutip dari FourFourTwo.com. 

"Tanpa Messi, (jalannya) kualifikasi untuk Argentina diragukan," kata mantan pesepak bola yang pernah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 itu.

Sebelumnya, Maradona menilai perbuatan Messi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kejadian pada final Piala Dunia 2006 saat kapten Perancis, Zinedine Zidane, menyundul dada bek Italia, Marco Materazzi.

Pada saat itu, Zidane terprovokasi oleh kalimat Materazzi terkait adiknya.

"Saya pikir hinaan Messi adalah tindakan refleks. Coba bandingkan dengan refleks Zidane yang menanduk Materazzi," kata Maradona kepada TyC Sports, Kamis (30/3/2017).

"Messi merupakan pemain sensasional yang tidak pernah mengeluhkan apa pun," ucap Maradona.

Selain itu, Argentina pun pada awal April ini baru saja memecat sang pelatih, Edgardo Bauza. Hal itu terjadi lantaran hasil minor selama babak kualifikasi.

Jika finis di peringkat kelima, Argentina harus menjalani laga play-off untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2018. Babak Kualifikasi Zona Conmebol sendiri menyisakan empat pertandingan.

Untuk laga kualifikasi berikutnya, Argentina akan menjalani laga tandang melawan Uruguay di Montevideo pada 31 Agustus 2017.

Selanjutnya, Tim Tango, julukan Argentina, akan menghadapi Venezuela (5/9/2017) dan Peru (5/10/2017) di kandang dan diikuti "perjalanan sulit" atau laga tandang ke Ekuador (10/10/2017).

PenulisEris Eka Jaya
EditorEris Eka Jaya
Komentar