Wenger Bukan Manajer Anti-Perubahan - Kompas.com

Wenger Bukan Manajer Anti-Perubahan

Anju Christian
Kompas.com - 18/04/2017, 19:42 WIB
CHRISTOF STACHE/AFP Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tiba di Allianz Arena menjelang laga babak 16 besar Liga Champions kontra Bayern Muenchen, Rabu (15/2/2017).

KOMPAS.com - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengklaim bahwa dirinya bukanlah sosok anti-perubahan dalam hal taktik yang diterapkan di lapangan.

Sebagai bukti, dia menunjuk keputusannya saat Arsenal menang 2-1 atas Middlesbrough di Stadion Riverside, Senin (17/4/2017).

Dalam pertandingan itu, tim berjulukan The Gunners tampil dengan skema tiga pemain belakang yang diisi oleh Rob Holding, Gabriel Paulista, dan Laurent Koscielny.

"Ya, inilah kali pertama saya menerapkannya dalam 20 tahun. Ini menunjukkan, Anda masih bisa berubah meskipun menginjak usia seperti saya," ujar Wenger.

Sejak menangani Arsenal pada 1997, Wenger tidak pernah menerapkan taktik tersebut. Dia selalu menggunakan konsep empat pemain belakang dengan varian formasi 4-4-2, 4-1-4-1, atau 4-2-3-1.

Baca: Ada "Jose Mourinho" bersama Luis Milla

Keputusan mengubah kebiasaan sekaligus membuktikan bahwa Wenger tetap mengikuti perkembangan taktik. Formasi tiga pemain belakang sebelumnya dianggap tabu, tetapi kini malah menjamur di Inggris.

Selain itu, Wenger juga melihat perubahan formasi cukup penting untuk mendongkrak kinerja pertahanan timnya.

"Pertahanan kami agak rentan belakangan ini. Saya membutuhkan jaminan lebih. Ini berhasil. Kami tidak memberikan kesempatan kepada Middlesbrough pada babak pertama," kata Wenger.

Mengingat efek positif dari perubahan formasi, Wenger bisa saja kembali menerapkan skema tiga pemain belakang pada sisa musim.

Arsenal membutuhkan rentetan kemenangan untuk memangkas selisih tujuh poin dari Manchester City di peringkat keempat.

Berikutnya, Arsenal dan Man City bakal bertemu pada pertandingan semifinal Piala FA di Stadion Wembley, Minggu (23/4/2017).

Lihat juga: Galeri Foto "Mourinho"-nya Indonesia

PenulisAnju Christian
EditorAloysius Gonsaga AE
Komentar