Bayern Muenchen Vs Real Madrid, Bukan Ulangan 2014 - Kompas.com

Bayern Muenchen Vs Real Madrid, Bukan Ulangan 2014

Anju Christian
Kompas.com - 12/04/2017, 19:46 WIB
JAVIER SORIANO/AFP Carlo Ancelotti (kiri) dan Zinedine Zidane menduduki bangku cadangan saat Real Madrid melawan Sevilla pada partai La Liga - kasta teratas Liga Spanyol - di Stadion Santiago Bernabeu, 30 Oktober 2013.

KOMPAS.com - Zinedine Zidane menjadi saksi ketika Real Madrid menang 4-0 atas Bayern Muenchen pada semifinal Liga Champions 2014-2014 di Allianz Arena, 23 April 2014. Saat itu, Zidane menjabat sebagai asisten Carlo Ancelotti, yang kini justru menjadi pelatih Bayern.

Hanya, menurut Zidane, kemenangan telak atas tim berjulukan Die Roten bakal sulit diulangi ketika kedua tim bersua pada partai pertama babak perempat final di tempat yang sama, Rabu (12/4/2017).

"Saya melihat tim saya lebih baik daripada 2014 dan kami harus membuktikannya. Apa yang terjadi tiga tahun lalu hanyalah sejarah indah. Namun, pertandingan kali ini sangat berbeda," tutur Zidane.

Sebuah hal lumrah apabila pelatih asal Perancis itu bertutur demikian. Sejak kekalahan dari Madrid, Bayern membukukan serangkaian hasil impresif. Total, Bayern merangkum 16 kemenangan kandang secara beruntun di kompetisi kasta teratas Eropa.

Korban terakhir adalah Arsenal. The Gunners, julukan mereka, takluk dengan skor 1-5 pada duel pertama babak 16 besar di Allianz Arena, 15 Februari 2017.

Baca: Di Timnas, Ada "Jose Mourinho" di Sisi Luis Milla

Serupa Zidane, Ancelotti tidak mau mengumbar keyakinan berlebihan meskipun memiliki rapor positif di kandang. Pria asal Italia itu juga enggan meremehkan Zidane yang dulu merupakan bawahannya di Real Madrid.

"Ini akan menjadi kesempatan spesial buat saya. Sebab, saya memiliki hubungan istimewa dengan klub dan pemain. Hanya, fakta bahwa saya mengenal Zidane dan para pemainnya bukanlah keuntungan," kata Ancelotti.

Sebagai pelatih, Ancelotti dan Zidane memang belum pernah berduel. Keduanya lebih sering bekerja sama sebagai pelatih dan pemain di Juventus, kemudian menjadi pelatih serta asisten di Madrid.

PenulisAnju Christian
EditorJalu Wisnu Wirajati
Komentar
Terkini Lainnya
Spesialis Tendangan Bebas Menuju AC Milan
Spesialis Tendangan Bebas Menuju AC Milan
Liga Italia
Penyerang Buruan Arsenal Bernilai Rp 745 Miliar
Penyerang Buruan Arsenal Bernilai Rp 745 Miliar
Liga Inggris
Jose Mourinho Ditinggal Sang Ayah
Jose Mourinho Ditinggal Sang Ayah
Liga Inggris
Victor Wanyama Hanya Dapat Penghormatan Satu Hari di Tanzania
Victor Wanyama Hanya Dapat Penghormatan Satu Hari di Tanzania
Internasional
Arturo Vidal Mengaku Kelabakan Melawan Australia
Arturo Vidal Mengaku Kelabakan Melawan Australia
Internasional
Resmi, De Boer Menjadi Manajer Crystal Palace
Resmi, De Boer Menjadi Manajer Crystal Palace
Liga Inggris
Liverpool Tolak Tawaran Rp 186 Miliar dari Napoli untuk Moreno
Liverpool Tolak Tawaran Rp 186 Miliar dari Napoli untuk Moreno
Liga Inggris
Pencetak Gol Salto Italia Termotivasi untuk Semakin Matang
Pencetak Gol Salto Italia Termotivasi untuk Semakin Matang
Liga Italia
Putra Zidane 'Disekolahkan' ke Alaves
Putra Zidane "Disekolahkan" ke Alaves
Liga Spanyol
Penyerang Cile Ini Sulit Berkata-kata Setelah Antar Timnya ke Semifinal
Penyerang Cile Ini Sulit Berkata-kata Setelah Antar Timnya ke Semifinal
Internasional
Mantan Gelandang Liverpool Minta Sturridge Tinggalkan Anfield
Mantan Gelandang Liverpool Minta Sturridge Tinggalkan Anfield
Liga Inggris
Giliran Raiola yang Berkicau Donnarumma Akan Bertemu Milan
Giliran Raiola yang Berkicau Donnarumma Akan Bertemu Milan
Liga Italia
Bravo: Portugal Bukan Hanya Cristiano Ronaldo
Bravo: Portugal Bukan Hanya Cristiano Ronaldo
Internasional
De Boer Akan Segera Menjadi Manajer Crystal Palace
De Boer Akan Segera Menjadi Manajer Crystal Palace
Liga Inggris
Pelatih Cile Optimistis Bisa Menjungkalkan Portugal pada Semifinal
Pelatih Cile Optimistis Bisa Menjungkalkan Portugal pada Semifinal
Internasional

Close Ads X