Drama (William) Shakespeare di Leicester City Halaman 4 - Kompas.com

Drama (William) Shakespeare di Leicester City

Jalu W. Wirajati
Kompas.com - 20/03/2017, 07:02 WIB
AFP/OLI SCARFF Manajer Leicester City, Craig Shakespeare, memberi instruksi kepada anak-anak asuhnya dari tepi lapangan pada pertandingan Liga Champions di Stadion King Power, Selasa (14/3/2017).

Melihat performa yang berbanding terbalik itu, wajar apabila ada dugaan bahwa sebenarnya ada "permainan" dalam tubuh tim yang berkonspirasi untuk melengserkan Ranieri.

"Ya," jawab sejumlah pemain ketika ditanya The Telegraph soal apakah ada persoalan di kamar ganti pemain Leicester, awal Februari lalu.

Akan tetapi, Shakespeare membantah bahwa ada konspirasi. Dia bahkan mengakui telah berbicara dengan Ranieri seusai pemecatan dan sama-sama mengucapkan terima kasih.

"Saya berbicara dengannya semalam dan dia mengucapkan terima kasih. Ada rasa frustrasi dari hasil buruk, tetapi dia tetap mendapat kepercayaan para pemain," tutur Shakespeare, sehari setelah pemecatan Ranieri.

Vice Chairman, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, juga mengaku bahwa memecat Ranieri adalah putusan menyakitkan. Namun, hal itu dilakukan manajemen demi hasil terbaik bagi klub.

"Ketika mempertahankan dia lalu kami terdegradasi, penyesalan akan datang terlambat. Kami telah memutuskan dan kini bisa mengoleksi enam poin. Saya rasa, (putusan) itu amat berharga," ujar dia, Selasa (14/3/2017).

Hanya, dalam kesempatan yang sama, anak dari Vichai Srivaddhanaprabh itu menggambarkan bahwa para pemain punya "andil" dalam pemecatan Ranieri karena telah bosan dengan taktiknya.

"Metode baru dia saat mengubah taktik demi memperbaiki performa tim tidak berjalan baik. Pemain tidak mengerti dan butuh waktu untuk beradaptasi. Hasil yang diraih tidak sesuai dengan keinginan publik. Bagaimanapun, hasil adalah tolok ukur di sepak bola," tuturnya.

Sejumlah pemain memang tak menyuarakan secara tegas perihal ketidaksukaannya pada taktik Ranieri. Hanya, ucapan Drinkwater jelang laga kedua melawan Sevilla soal penempatan Mahrez sebagai pemain sayap kanan oleh Shakespeare seolah mengkritik taktik Ranieri pada pertemuan pertama.

"Semua orang tahu kemampuan dia. Akan lebih baik bagi kami apabila dia bisa menguasai bola lebih lama," ujar dia kepada The Guardian.

"Love me or hate me, both are in my favor... If you love me, I'll always be in your heart... If you hate me, I'll always in your mind" - William Shakespeare 

Ranieri memang telah pergi. Leicester City kini memasuki era baru di bawah asuhan Shakespeare.

"Respek kepada dia, orang besar yang telah membuat sejarah di klub ini. Klub kini telah memecat dia. Putusan itu harus kami hormati dan terus melangkah maju," tutur Mahrez.

Shakespeare telah memulai era baru Leicester dengan amat baik. Dia bahkan telah membukukan rekor personal.

Dia menjadi manajer pertama para era Premier League yang bisa membawa timnya meraih tiga kemenangan beruntun plus selalu mencetak tiga gol dalam tiap pertandingan.

Catatan positif itu tak lepas dari usaha Shakespeare mengembalikan Leicester ke permainan aslinya dengan memakai formasi 4-4-2 dengan Mahrez sebagai penguasa di sisi kanan.

"Kami berhasil meraih kemenangan berkat kerja keras, komitmen, dan usaha tanpa henti dari para pemain. Kerja keras merupakan puncak dari kesuksesan dan kami terus berupaya melakukannya," ujar Shakespeare seusai laga melawan West Ham.

Kerja keras dari Mahrez dkk pun berujung pada keberhasilan melangkah ke babak perempat final dalam debutnya di Liga Champions. Mereka menjadi tumpuan harapan Inggris di kompetisi antarklub terelite Eropa itu.

Shakespeare pun mendapatkan berkah dengan dipermanenkan sebagai manajer hingga akhir musim. Apakah dia akan dipertahankan andai Leicester tak terdegradasi dan bisa finis di posisi yang lebih baik? Tidak seorang pun tahu.

Kisah pilu Ranieri yang harus kehilangan mimpinya di Leicester bisa menjadi tolok ukur. Jika manajer paling sukses di klub saja bisa tersisih, apalagi Shakespeare? Kecuali Leicester bisa meraih trofi Liga Champions, masa depan Shakespeare masih tanda tanya.

Terlebih lagi, cap "pengkhianat" tidak bisa benar-benar lepas dari Shakespeare. Seperti halnya karya William Shakespeare, bukan tak mungkin, ada "Brutus-Brutus" lain yang tak suka dengan cara kerja Craig Shakespeare dan memaksanya pergi dari Stadion King Power.

"We know what we are, but not what we may be."- Hamlet

Page:
EditorHeru Margianto
Komentar

Terkini Lainnya

Hasil Lengkap Liga Champions, 18 Oktober 2017

Hasil Lengkap Liga Champions, 18 Oktober 2017

Liga Champions
Hasil Liga Champions, AS Roma Imbang di Kandang Chelsea

Hasil Liga Champions, AS Roma Imbang di Kandang Chelsea

Liga Champions
Hasil Liga Champions, Manchester United Menang berkat Gol Rashford

Hasil Liga Champions, Manchester United Menang berkat Gol Rashford

Liga Champions
Hasil Liga Champions, Trio Macan Menangkan PSG

Hasil Liga Champions, Trio Macan Menangkan PSG

Liga Champions
Hasil Liga Champions, Kartu Merah Warnai Kemenangan Barcelona

Hasil Liga Champions, Kartu Merah Warnai Kemenangan Barcelona

Liga Champions
Hasil Liga Champions, Juventus Menang Tipis di Kandang

Hasil Liga Champions, Juventus Menang Tipis di Kandang

Liga Indonesia
Semen Padang Intai Pemain Belakang Mitra Kukar

Semen Padang Intai Pemain Belakang Mitra Kukar

Liga Indonesia
Kayamba Ingatkan Lini Belakang Sriwijaya FC Waspadai Gonzales

Kayamba Ingatkan Lini Belakang Sriwijaya FC Waspadai Gonzales

Liga Indonesia
Menang 5-3 atas Persegres, Perseru Ancam Semen Padang

Menang 5-3 atas Persegres, Perseru Ancam Semen Padang

Liga Indonesia
Persipura Menang, Bali United dan PSM Diharapkan Terpeleset

Persipura Menang, Bali United dan PSM Diharapkan Terpeleset

Liga Indonesia
Mitra Kukar Incar Satu Poin di Padang untuk Lolos dari Degradasi

Mitra Kukar Incar Satu Poin di Padang untuk Lolos dari Degradasi

Liga Indonesia
Yongki Aribowo Sedih Persik Kediri Degradasi

Yongki Aribowo Sedih Persik Kediri Degradasi

Liga Indonesia
Gantikan Essien, Zola Siap Emban Tugas di Lini Tengah Persib

Gantikan Essien, Zola Siap Emban Tugas di Lini Tengah Persib

Liga Indonesia
Berawal dari Wawancara, Bek PSG Ini Jadikan Sang Reporter Istri

Berawal dari Wawancara, Bek PSG Ini Jadikan Sang Reporter Istri

Corner
Madura United Bakal Manfaatkan Inkonsistensi Persib

Madura United Bakal Manfaatkan Inkonsistensi Persib

Liga Indonesia

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM