Drama (William) Shakespeare di Leicester City Halaman 2 - Kompas.com

Drama (William) Shakespeare di Leicester City

Jalu W. Wirajati
Kompas.com - 20/03/2017, 07:02 WIB
ADRIAN DENNIS/AFP Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, menatap trofi Premier League setelah partai kontra Everton di Stadion King Power, Sabtu (7/5/2016).

Ranieri pun demikian. Apabila Richard III dikenal sebagai diktator dan kata yang diucapkannya sebagai hukum negara, Ranieri cenderung bersifat ramah dan lucu. Sejumlah wartawan bahkan menjulukinya badut.

"Claudio itu lucu dan bisa menghadirkan tawa. Di bawah dia, Leicester akan menjadi klub olahraga paling hebat yang pernah dikisahkan," kata Ian Stringer, koresponden BBC Leicester pada Maret 2016.

Sejumlah anggapan "nakal" pun muncul. Mungkinkah Raja Richard III akan bisa memenangi Pertempuran Bosworth apabila memiliki karisma dan kepemimpinan seperti Ranieri?

Ranieri pada akhirnya memang sukses mengantarkan Leicester menjadi juara Premier League. Namun, dari keberhasilan ini jualah, para "pembenci" dia lahir.

Julius Caesar

"Veni, Vidi, Vici!" merupakan semboyan yang tertulis di salah satu kereta kuda dalam parade kemenangan Julius Caesar. Frasa itu berarti, "Saya datang, saya melihat, saya telah menaklukkan."

Frasa latin itu pun cocok disematkan kepada Ranieri. Dia langsung mempersembahkan gelar juara pada musim pertamanya bersama Leicester. Tak heran, dia pun disebut-sebut mirip Julius Caesar.

"King Claudio," tulis media Italia, La Gazzetta dello Sport, menyoroti keberhasilan Claudio Ranieri mengantarkan Leicester menjadi juara Premier League. Dalam tajuk utama itu, lengkap pula wajah Ranieri dengan mahkota seperti yang dipakai Julius Caesar.

"Prestasi terbaik yang pernah dihadirkan pelatih Italia," tulis Il Corriere dello Sport.

Ranieri menjadi pelatih kedua asal Italia, setelah Carlo Ancelotti, yang berjaya di tanah Inggris.

Seperti halnya Caesar, Ranieri begitu luar biasa dalam memompa semangat anak asuhnya. Bahkan, traktiran piza saja sudah bisa membuat semangat pasukannya berlipat ganda untuk mengalahkan lawan.

Dibuai dengan segala kemewahan itu tampaknya telah membuat Ranieri berubah. Sejumlah "keanehan" terjadi pada musim keduanya di Leicester.

"Star syndrome" tampaknya menguasai Ranieri. Hubungan dia dengan sejumlah orang dekat berubah.

Diberitakan The Telegraph, mantan pelatih Chelsea itu sudah jarang lagi berbicara dengan asistennya, Craig Shakespeare. Padahal, Shakespeare merupakan figur paling populer di kamar ganti pemain karena sudah berada di bangku cadangan Leicester sejak 2011.

Paling mencolok dari sikap "aneh" Ranieri adalah ketika memecat Ken Way, psikolog olahraga tim, pada awal musim 2016-2017. Dia dianggap tidak dibutuhkan lagi oleh Ranieri.

Padahal, Way punya peran penting dalam keberhasilan Leicester menjadi juara Premier League. Statusnya sebagai performance psychologist tak hanya membantu dari sisi teknis, pun sebagai penjaga motivasi bertanding Jamie Vardy dkk.

"Ada dua psikolog di klub ini, saya dan Claudio. Ucapan dia kepada tim sama seperti yang diceritakannya kepada media," tutur Way kepada BBC, Mei 2016.

"Intinya, dia meminta kami fokus pada proses, bukan pada hasil akhir. Kata-kata yang dia gunakan telah membuat saya terkagum-kagum," ucapnya lagi.

Akan tetapi, kekaguman sang asisten tak mendapat respons positif dari Ranieri. Dia tampaknya tak mau perannya sebagai motivator tim tersubstitusi oleh kehadiran Kay.

Ranieri lantas mengeliminiasi Way, seperti halnya Macbeth membunuh Banquo dalam kisah Macbeth karya Shakespeare.

Page:
EditorHeru Margianto
Komentar

Terkini Lainnya

Bhayangkara Papua Football Festival 2017 Masuk Rekor MURI

Bhayangkara Papua Football Festival 2017 Masuk Rekor MURI

Liga Indonesia
Spaso Kenakan Nomor seperti Saat bersama Bali Devata

Spaso Kenakan Nomor seperti Saat bersama Bali Devata

Liga Indonesia
Ungkapan Kegelisahan Ricardo Salampessy

Ungkapan Kegelisahan Ricardo Salampessy

Liga Indonesia
Spasojevic: Musim Depan Bhayangkara FC Jangan Juara Lagi

Spasojevic: Musim Depan Bhayangkara FC Jangan Juara Lagi

Liga Indonesia
Bali United Kembali Rekrut Dua Pemain Muda

Bali United Kembali Rekrut Dua Pemain Muda

Liga Indonesia
Widodo Ungkap Kelebihan Kevin Brands

Widodo Ungkap Kelebihan Kevin Brands

Liga Indonesia
Persela Bakal Uji Coba Lawan Persigo Semeru FC

Persela Bakal Uji Coba Lawan Persigo Semeru FC

Liga Indonesia
Edy Gunawan Dikontrak Satu Musim oleh Borneo FC

Edy Gunawan Dikontrak Satu Musim oleh Borneo FC

Liga Indonesia
Komposisi Kiper Persela Musim Depan Masih Misterius

Komposisi Kiper Persela Musim Depan Masih Misterius

Liga Indonesia
Bali United Gaet Rekan Setim Ezra Walian di Almere City

Bali United Gaet Rekan Setim Ezra Walian di Almere City

Liga Indonesia
Giliran Persipura Tuntut PT LIB Segera Bayar Subsidi Klub

Giliran Persipura Tuntut PT LIB Segera Bayar Subsidi Klub

Liga Indonesia
Lagi, De Gea Tuai Pujian karena Penampilan Sangat Impresif

Lagi, De Gea Tuai Pujian karena Penampilan Sangat Impresif

Liga Inggris
Semen Padang Tak Rela, Irsyad dan Agung Batal Pindah ke Sriwijaya FC

Semen Padang Tak Rela, Irsyad dan Agung Batal Pindah ke Sriwijaya FC

Liga Indonesia
Ali Khaseif, Tembok Paling Menyulitkan bagi Real Madrid

Ali Khaseif, Tembok Paling Menyulitkan bagi Real Madrid

Internasional
Kekesalan Zidane saat Real Madrid Taklukkan Al Jazira

Kekesalan Zidane saat Real Madrid Taklukkan Al Jazira

Internasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM