Jose Mourinho, Sang Pengkhianat Nomor Satu - Kompas.com

Jose Mourinho, Sang Pengkhianat Nomor Satu

Anju Christian
Kompas.com - 14/03/2017, 07:17 WIB
GLYN KIRK/AFP Ekspresi Manajer Manchester United, Jose Mourinho, saat timnya kalah 0-1 dari Chelsea pada partai perempat final Piala FA di Stadion Stamford Bridge, Senin (13/3/2017).

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Manchester United, Jose Mourinho, merespons tudingan pengkhianat dari suporter mantan klubnya, Chelsea.

Hal itu terlihat saat Man United kalah 0-1 dari Chelsea pada partai perempat final Piala FA di Stadion Stamford Bridge, Senin (13/3/2017).

Kembali ke tempat di mana dirinya sempat dipuja, Mourinho justru mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan. Sebagian suporter "menyerang" Mourinho dengan sebutan Yudas alias pengkhianat.

Tampak Mourinho membalas dengan gesture tiga jari. Tiga adalah jumlah titel Premier League yang dimenangi pria asal Portugal itu bersama Chelsea.

Setelah laga, Mourinho pun menuturkan kebanggaannya sebagai manajer dengan sumbangan gelar liga terbanyak sepanjang sejarah Chelsea.

"Mereka bisa memanggil saya apa saja semaunya. Namun, hingga mereka memiliki manajer yang bisa memberikan empat gelar Premier League, saya tetaplah nomor satu," tutur Mourinho.

"Saat hal itu terjadi, saya menjadi nomor dua. Sebelum itu, Yudas masih nomor satu," ucap dia.

Adapun terkait kekalahan, Mourinho mengaku tetap bangga terhadap performa para pemain dan dukungan suporter Man United.

Pria asal Portugal itu lebih memilih menyindir kinerja wasit Michael Oliver, yang memberikan kartu kuning kedua untuk Ander Herrera pada menit ke-35.

"Dia adalah wasit dengan potensi fantastis, tetapi memberikan tiga penalti dan satu kartu merah dalam empat pertandingan terakhir bersama kami. Saya tidak bisa mengubahnya," kata Mourinho.

Tiga laga lain Man United yang dipimpin Oliver terjadi di Premier League - kasta pertama Liga Inggris. Pasukan Mourinho selalu dihukum penalti dalam partai melawan Watford, Everton, dan Liverpool.

PenulisAnju Christian
EditorJalu Wisnu Wirajati
Komentar
Terkini Lainnya

Close Ads X