Rabu, 29 Maret 2017

Bola / Liga Indonesia

Setelah Cetak Gol, Ezra Walian Bicara soal Kostum Timnas dan Mi Bakso

Instagram @ezrawalian Pemain muda Ajax Amsterdam keturunan Indonesia, Ezra Walian, mengibarkan bendera Merah Putih dan diunggah ke Instagram pribadinya, Sabtu (3/12/2016).

KOMPAS.com - Sebuah umpan mendatar dari sisi kiri meluncur ke kotak penalti Achilles 29. Berdiri tanpa kawalan, Ezra Walian melepaskan tembakan ke area atas gawang.

Lesakan Ezra membuat timnya, Jong Ajax, menang 3-2 pada partai lanjutan Eerste Divisie di Stadion Sportpark De Heikant, Jumat (17/2/2017).

Hasil itu mengokohkan Jong Ajax di posisi kedua klasemen dengan koleksi 53 poin dari 26 pertandingan. Ada selisih enam angka dengan VVV Venlo di puncak tabel.

 

A post shared by Ezra Walian (@ezrawalian) on Feb 18, 2017 at 4:03am PST

Satu hari setelah kemenangan Jong Ajax atau Sabtu (18/2/2017), Ezra membalas surat elektronik berisi sejumlah pertanyaan dari Kompas.com.

Calon pemain naturalisasi yang diproyeksikan untuk SEA Games 2017 itu membahas sejumlah kenangannya tentang Indonesia, mulai dari kostum timnas pertamanya, makanan paling nikmat, hingga sesama pemain berdarah Belanda-Indonesia, Stefano Lilipaly.

Berikut ini adalah petikan wawancara dengan Ezra Walian:

Hai Ezra, bagaimana perkembangan naturalisasi Anda?

Yang saya ketahui, otoritas berwenang masih memeriksa beberapa prosedur.

Apa alasan utama Anda ingin bermain untuk tim nasional Indonesia?

Jadi, saat masih berusia 12 tahun, saya sempat berlibur di Bali. Di sana, saya menyaksikan pertandingan semifinal dan final (Piala AFF 2010) melalui televisi. Indonesia kalah dari Malaysia.

Dari situ, saya berkata kepada diri sendiri, saya ingin membela Garuda. Kemudian, ayah saya memberikan seragam Garuda pertama. Karena kostum kandang terjual habis, saya membeli seragam berwarna putih hijau.

Beberapa waktu terakhir, apakah Anda pernah menyaksikan pertandingan timnas?

Saya menyaksikan beberapa pertandingan terakhir melalui laptop. Terasa menyenangkan menyaksikan mereka mencapai final (Piala AFF 2016). Garuda tampil sangat bagus, jadi sangat disayangkan kalah di final. Namun, saya harus berkata jujur bahwa Thailand adalah tim yang lebih baik.

Bagaimana perasaan Anda saat mendengarkan lagu "Indonesia Raya"?

Saya merasa begitu emosional. Air mata hampir menetes di mata saya.

Apakah Anda bisa menyanyikan lagu itu?

Ya, saya sudah berlatih untuk melantunkannya.

Apa yang Anda tahu dari timnas Indonesia? Atau, sebutkan nama pemain timnas dan yang Anda ketahui dari mereka?

Bambang Pamungkas dan Irfan Bachdim. Bepe adalah pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dan sangat penting untuk Garuda. Adapun Irfan merupakan pesepak bola yang sangat bagus dan juga teman saya.

Dengan pengalaman yang ada, Anda mungkin memiliki kualitas lebih dibandingkan pemain Indonesia sebelumnya. Apa yang bisa diharapkan suporter dari Anda pada SEA Games 2017?

Orang Indonesia dapat mengharapkan pemain dengan motivasi tinggi dan ingin memberikan seluruh kemampuannya. Saya juga bisa mencetak gol dan begitu bangga mewakili Garuda.

 

A post shared by Ezra Walian (@ezrawalian) on Jan 6, 2017 at 11:56am PST

 

Apakah ada klub Indonesia yang mendekati Anda?

Beberapa klub menaruh minat, tetapi saya tidak bisa menyebutkan nama timnya.

Kami mendengar bahwa Anda mengunjungi Indonesia setiap tahun. Apa destinasi favorit Anda?

Jakarta karena ada banyak teman tinggal di sana. Lalu, Manado karena keluarga saya tinggal di sana. Bali juga selalu memberikan kesenangan dan merupakan tempat yang aik untuk beristirahat.

Apa makanan Indonesia yang paling lezat?

Nasi goreng dan mi bakso.

Apakah Anda memiliki pacar? Bagaimana pendapat Anda tentang perempuan Indonesia?

Ya, saya mempunyai pacar. Saya berpikir bahwa perempuan Indonesia sangat baik.

Mari bicara soal karier Anda di Ajax Amsterdam. Apa momen terbaik di sana?

Menjadi pencetak gol terbanyak di Belanda dengan 28 gol.

 

A post shared by Ezra Walian (@ezrawalian) on Mar 3, 2016 at 8:56am PST

 

Siapa teman baik Anda di Ajax?

Saya memiliki dua teman baik, Gino Dekker dan Leon Bergsma.

Apa reaksi teman-teman ketika mendengarkan keinginan Anda untuk membela Indonesia?

Sangat positif. Mereka tentu saja tidak merasa iri terkait hal itu.

Ada beberapa pemain berdarah Indonesia di kompetisi Belanda. Siapa lawan terberat Anda?

Stefano Lilipaly.

Bagaimana pendapat Anda tentang Lilipaly?

Ya, Lilipaly juga merupakan teman saya dan pemain top untuk Garuda. Di luar lapangan, dia juga menjadi sosok yang sangat baik.




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Anju Christian
Editor : Jalu Wisnu Wirajati
TAG: