Jumat, 24 Maret 2017

Bola / Liga Indonesia

"Kalau Memang Butuh, Ezra Walian Bisa Bela Timnas Indonesia"

Instagram @ezrawalian Pemain muda Ajax Amsterdam keturunan Indonesia, Ezra Walian, mengibarkan bendera Merah Putih dan diunggah ke Instagram pribadinya, Sabtu (3/12/2016).

Berita Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten pelatih tim nasional Indonesia U-22, Bima Sakti, mengatakan Ezra Walian belum tentu masuk timnas meskipun penyerang Jong Ajax tersebut menjadi warga negara Indonesia.  Bima merupakan asisten pelatih yang disiapkan untuk SEA Games 2017 Malaysia dan Asian Games 2018. 

"Kami masih akan lihat dahulu. Kalau memang butuh, dia bisa membela timnas," ujar Bima di Kantor PSSI, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (10/2/2017)

Ia mengatakan bahwa pelatih kepala timnas Luis Milla menerapkan aturan yang adil bagi semua pemain baik asli Indonesia maupun naturalisasi.

Milla, tutur Bima, hanya akan memanggil pesepak bola sesuai dengan standar kemampuan yang sudah ditetapkan.

"Milla ingin pemain yang punya kecepatan, visi bermain, dan kecerdasan. Harus pintar, bisa menentukan kapan mengoper, menggiring, atau menembak ke gawang. Dia tidak mementingkan postur," tutur Bima.

Ezra merupakan penyerang yang kini bermain untuk Ajax Amsterdam U-21 di Liga Belanda kasta kedua, Eerste Divisie. Pemuda berusia 19 tahun ini berdarah Indonesia dari sang ayah, Glenn Walian, yang berasal dari Manado. Dia juga memiliki kewarganegaraan Belanda, sama dengan mendiang ibunya.

Naturalisasi Ezra diusulkan oleh PSSI sebelum mengikat Luis Milla sebagai pelatih. Saat ini, proses WNI Ezra masih berlangsung.

Karier Ezra di Belanda bisa dikatakan cemerlang. Dia sudah pernah membela tim nasional Belanda di empat kelompok umur yaitu U-15, U-16, U-17, dan U-18.

Pada tahun 2013, dia mencuri perhatian setelah mencetak lima gol untuk tim Belanda U-17 ketika berlaga di Kualifikasi Piala Eropa U-17 2014 melawan San Marino dan membantu kemenangan timnya dengan skor 12-0.

Luis Milla bukanlah sosok antipemain naturalisasi. Pria yang pernah bermain untuk Barcelona dan Spanyol itu menuturkan bahwa sangat mungkin akan ada naturalisasi jika memang diperlukan.

"Namun, pemain itu harus punya hubungan dengan Indonesia dan memiliki ikatan emosional," tutur Milla. 

Adapun seleksi pertama tim nasional U-22 diadakan pada tanggal 22 hingga 24 Februari 2017. Seleksi kedua digelar seminggu setelahnya, disusul penyaringan ketiga beberapa minggu kemudian sebelum akhirnya tampil di SEA Games 2017.

"Di seleksi ketiga ini mungkin kita bisa melihat kualitas pemain naturalisasi," kata asisten Bima Sakti.



Penulis: Ferril Dennys
Editor : Ferril Dennys
Sumber: ANTARA,
TAG: