Kamis, 23 Oktober 2014

Bola / Liga Inggris

Balas Suarez, Evra Makan "Lengan Manusia"

Selasa, 23 April 2013 | 11:55 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Dendam Patrice Evra kepada striker Liverpool, Luis Suarez, tampaknya belum berakhir. Untuk merayakan sukses Manchester United (MU) juara Premier League 2012-13, Senin (22/4/2013), Evra mengejek Suarez. Dengan meniru gaya Suarez yang suka menggigit, Evra membawa lengan palsu dan menggigitnya.

Ini jelas mengejek Suarez yang pernah menggigit lengan defender Chelsea, Branislav Ivanovic, Minggu (21/4/2013). Dua tahun lalu, ketika masih membela Ajax Amsterdam, Suarez juga menggigit pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal.

Sementara kasus dengan Evra terjadi pada tahun 2011. Suarez melakukan pelecehan rasial kepada Evra dan kasus ini berlanjut hingga akhirnya Suarez dinyatakan bersalah dan mendapatkan hukuman bermain serta denda.

Bakkal, yang pernah merasakan gigitan Suarez, mengaku menonton insiden gigitan Suarez kepada Ivanovic. "Aku melihatnya dan itu sulit dipercaya. Ini sesuatu yang tak pernah bisa Anda bayangkan terjadi di lapangan. Sebelumnya, ia pernah melakukannya. Pertama-tama, aku pikir itu tak sengaja. Namun, dia tampaknya merindukannya (menggigit). Aku tak tahu harus berkata apa," ujar Bakkal.

Menurutnya, Suarez pernah meneleponnya dan meminta maaf. "Menurutku, dia sengaja ketika mengatakan minta maaf. Menurutku, ia ingin memenangkan secara buruk kemudian kehilangan kontrol, tetapi kemudian mulai menyadarinya," tuduhnya.

Karena kasus gigitan kepada Ivanovic tersebut, Suarez terancam terkena hukuman dari FA lagi. Bahkan, ia sudah didenda oleh Liverpool dan meminta denda itu diberikan untuk korban tragedi Hillsborough.

"Atas kelakuanku yang tak bisa diterima, klub sudah mendendaku," kata Suarez.

Namun, Ivanovic sempat ditanya polisi, tetapi ia tak mau membuat pengaduan. Sementara ibunya, Slavica Ivanovic, kecewa terhadap Suarez.

"Jangan ceritakan hal ini kepada saya. Saya tak mau melihatnya. Saya ingin olahraga berlangsung positif tanpa hal seperti itu. Tindakan seperti itu harusnya tak terjadi lagi," kecamnya. (SUN)


Editor : Hery Prasetyo