Rabu, 3 September 2014

Bola / Internasional

Penghinaan Suporter Malaysia, FIFA Harus Jatuhkan Sanksi

Jumat, 30 November 2012 | 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penghinaan suporter sepak bola Malaysia terhadap Indonesia dengan kata-kata kasar menimbulkan banyak reaksi. Politisi Senayan pun mengecam aksi yang telah menyakiti rasa nasionalisme bangsa Indonesia tersebut. Pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia diminta segera bertindak untuk mengembalikan wibawa bangsa. Selain itu, FIFA sebagai federasi sepak bola tertinggi juga perlu memberikan sanksi tegas terhadap Malaysia.

"Nyanyian dengan syair "Indonesia itu a****g" yang dilakukan suporter Malaysia sungguh merupakan tindakan biadab dan penghinaan bagi bangsa Indonesia," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, Jumat (30/11/2012), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Indra menilai video yang diunggah ke Youtube itu sangat menyakitkan perasaan nasionalisme bangsa Indonesia. Pemerintah Indonesia harus mencari tahu dan memastikan kebenaran video provokatif tersebut.

"Apabila video tersebut benar adanya dan bukan rekayasa, Pemerintah Indonesia harus mengambil sikap terkait dengan penghinaan ini. Kasus penghinaan ini tidak boleh didiamkan dan disederhanakan. Malaysia sudah teramat sering melecehkan dan menyepelekan Indonesia. Saya mendesak pemerintah untuk segera mengirimkan nota diplomatik (protes) kepada Pemerintah Malaysia," kata Indra.

Pemerintah Malaysia, lanjutnya, harus mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka. Selain itu, kasus ini juga harus dilaporkan ke FIFA. Pemerintah bersama-sama PSSI harus mendesak FIFA untuk memberikan sanksi kepada persepakbolaan Malaysia.

"Keseriusan Pemerintah Indonesia menyikapi hal ini merupakan sinyal agar ke depan jangan ada lagi penghinaan dan pelecehan kepada Indonesia dan warga kita di Malaysia," ucap Indra. Penghinaan suporter Malaysia ini sudah menyangkut harga diri dan kewibawaan Indonesia sebagai suatu bangsa. "Tunjukkan bahwa kita adalah negara besar yang tidak boleh diremehkan dan dilecehkan oleh negara mana pun," kata anggota Komisi III DPR ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : A. Wisnubrata