Senin, 28 Juli 2014

Bola / Liga Spanyol

Ini Harapan Messi terhadap Anaknya

Kamis, 1 November 2012 | 06:52 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com — Setelah menerima penghargaan Sepatu Emas di Barcelona, Senin (29/10/2012), penyerang Barcelona, Lionel Messi, melakukan sesi wawancara dengan Marca. Ia memulai wawancara itu dengan mengatakan, "Aku punya kenangan dari ketika aku masih sangat kecil, berusia tiga atau empat tahun, bermain di sebuah tim di tempat tinggalku."

Berikut kutipannya:

Tanya: Apakah di sana, di lingkungan tempat tinggalmu, kamu belajar menghindar dari pelanggaran lawan?

Jawab: Aku memiliki gaya dan cara bermain yang sama sejak kecil. Sejujurnya, aku tak (pernah) berpikir soal pelanggaran yang kualami.

T: Memulai karier di Barcelona membawa kenangan bagus atau buruk?

J: Keduanya. Yang menyenangkan adalah soal bagaimana hidup di Barcelona yang segalanya serba baru untukku. Di sisi lain, aku jauh dari keluarga dan rekan-rekanku, selain juga tak bisa bermain pada masa awal karena aku cedera dan masalah soal dokumen. Keadaannya sulit pada masa awal aku di sini.

T: Siapa pemain yang menjadi panutanmu?

J: Aku selalu mengagumi Pablo Aimar. Ia datang dari River Plate, dan aku menyukai cara bermainnya. Aku selalu mengamatinya.

T: Apakah kamu dilanggar karena kecil?

J: Aku tak pernah punya masalah dengan tinggi badanku. Aku selalu menjadi anak terkecil di sekolah dan sepak bola.

T: Kamu tak mendapatkan status starter hingga berlatih di akademi di bawah asuhan Tito Vilanova. Apakah kamu pernah berpikir menyerah?

J: Tidak. Tidak pernah. Aku selalu berpikir untuk terus maju dengan latihan dan bekerja, untuk mencapai mimpiku. Aku beruntung karena, ketika Tito datang, aku mulai mendapat kesempatan bermain.

T: Dalam hal apa Tito berubah?

J: Ia orang yang sama seperti ketika melatih kami di tim yunior. Aku masih muda ketika itu dan tak ingat banyak hal, tetapi ia masih sama seperti dulu. Cara dia memperlakukan kami dulu dengan sekarang pun sama.

T: Apakah kamu bermain sebagai "nomor 9 palsu" sejak diasuh Tito?

J: Itu adalah sistem yang berbeda. Kami bermain dengan seorang penyerang dan aku dimainkan di belakangnya, dengan dua pemain di sayap. Aku sudah menjadi seorang gelandang serang saat itu. Anda tak bisa mengatakan bahwa "nomor 9 palsu" diciptakan di sini. Itu adalah cara lain dalam bermain.

T: Kamu memimpin dalam hal assist sekarang. Apakah sebelumnya kamu seorang pemain yang egois?

J: Aku tak pernah menilai diriku pemain yang egois, sekalipun ada orang yang berpikir begitu.

T: Apakah kamu mengambil peran sebagai pemimpin setelah Josep "Pep" Guardiola pergi?

J: Aku merasa melakukan hal yang sama seperti tahun-tahun lalu. Setiap orang tahu peran mereka, dan dengan orang-orang yang ada di sini sekarang, skuad tak membutuhkan seorang pemimpin.

T: Kamu memberikan kesan bahwa kamu bermain untuk mencapai kejayaan, untuk sesuatu yang lebih besar, bersaing dengan Pele dan Maradona setiap saat.

J: Aku berusaha menjadi lebih baik setiap hari. Jika, dengan itu, maka orang membandingkan aku dengan dua pemain yang dulu sangat hebat dan masih dinilai sangat hebat saat ini. Itu adalah sesuatu yang luar biasa dan sangat menyenangkan.

T: Bagaimana jika putramu, Thiago, menjadi pendukung Rosario Central atau River?

J: Menurutku, itu tak akan terjadi.

T: Apakah kamu akan menyarankannya untuk menjadi pesepak bola?

J: Ia harus menjadi apa yang ia inginkan. Ketika ia tumbuh, ia akan melakukan apa yang ia inginkan dan apa pun yang ia pilih. Itu tak akan menjadi masalah untukku, untuk ibunya, dan untuk semua orang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Daniel Sasongko
Sumber: