


READING, KOMPAS.com — Jason Roberts memutuskan tak akan mengenakan kostum bertuliskan "Kick It Out". Pasalnya, striker Reading itu terlalu kecewa atas sejumlah kejadian rasialisme musim lalu.
"Sulit mengenakan kaus itu setelah apa yang terjadi tahun lalu. Aku tak akan mengenakannya," tegas Roberts kepada BBC Sport, Kamis (18/10/2012).
"Kick It Out" merupakan pekan kampanye antirasialisme yang dihelat tahunan dan kali ini dimulai pada Kamis (18/10/2012). Sebuah kelompok mencetuskan gerakan itu untuk menghilangkan tindakan tak terpuji itu dari lapangan hijau.
Sebagai bagian kampanye antirasialisme itu, para pesepak bola akan memakai kaus tersebut, tetapi tidak bagi Roberts.
Eks bomber Blackburn Rovers itu kecewa dengan sejumlah insiden, terutama kasus rasialisme John Terry dan Luis Suarez. Roberts tak sendirian. Ia tahu sejumlah pemain berkulit hitam lainnya juga tak akan mengenakan kaus "Kick It Out".
"Aku sepenuhnya berkomitmen untuk menghilangkan rasialisme dari sepak bola. Ketika timbul gerakan yang mewakili masalah itu yang benar-benar bersuara untukku dan para kolegaku, aku dengan senang hati akan mendukungnya," tandas Roberts.
"Aku pikir orang merasa telanjur kecewa dengan slogan 'Enyahkan Rasialisme dari Lapangan Hijau (Let's Kick Racism Out of Football)'. Mereka merasa itu tak cukup kuat," tegasnya kemudian.
Roberts menilai harus ada lembaga independen yang menyuarakan antirasialisme, baru semuanya akan berjalan dengan semestinya.
Lord Herman Ouseley, ketua gerakan "Kick It Out", bersimpati dengan apa yang dirasakan Roberts.
"Ia merasa segalanya berjalan lambat mengatasi masalah itu dan saya menghargai pendapatnya," sebut Ouseley.
