Kamis, 17 April 2014
Limbong: Pemain ISL Dipanggil Sesuai Kebutuhan
Penulis: Ferril Dennys | Jumat, 21 September 2012 | 20:36 WIB
Dibaca:
|
Share:
KOMPAS.com/Caroline Damanik
Penanggungjawab Timnas, Bernhard Limbong.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penanggung Jawab Tim Nasional Indonesia, Bernhard Limbong, menyambut baik keputusan Joint Committee (JC) menyatukan  tim nasional Indonesia versi PSSI dengan KPSI. Meski begitu, Limbong menegaskan, keputusan soal siapa yang membela tim nasional sepenuhnya berada di tangan pelatih.

Sepak bola di Indonesia dikelola oleh dua lembaga, yaitu PSSI yang mengelola IPL dan KPSI yang mengelola ISL. Keduanya memiliki tim nasional sendiri, tetapi hanya timnas PSSI yang diakui FIFA. Dualisme tersebut memunculkan sejumlah kasus tarik-menarik pemain. Timnas PSSI memanggil pemain yang bermain di klub ISL, tetapi klub ISL melarang pemain mereka memenuhi panggilan timnas PSSI.

PSSI dan KPSI telah bertemu dengan JC, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/9/2012). Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan, yang salah satunya adalah penyatuan tim nasional. Timnas tersebut akan dikelola oleh PSSI dan terbuka untuk pemain ISL.

"Kami sepakat bahwa yang membela tim nasional adalah pemain terbaik. Karena itu, semua berpulang kepada kebutuhan pelatih," jelas Limbong usai menyaksikan latihan tim nasional di Lapangan C, Senayan, Jumat (21/9/2012).

"Misalnya, kalau kita sudah punya kiper bagus, berarti enggak perlu lagi dong. Pokoknya sesuai kebutuhan. Saya juga menyerahkan kembali kepada individu yang akan dipanggil. Saya enggak mau nantinya dikatakan ada penganak-emasan," lanjutnya.

Disinggung soal peluang pemain-pemain ISL mengikuti laga uji coba timnas versi PSSI, Limbong mengatakan,"Kalau lawan Brunei Darussalam (26 September) tidak mungkin. Idealnya, mereka bisa tampil di laga uji coba bulan Oktober," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Limbong juga memberikan sinyal tidak ada perubahan dalam komposisi pelatih kepala. "Kami memang harus mengkaji semuanya. Namun, Alfred Riedl (pelatih timnas versi KPSI) sudah dipecat. Enggak mungkin babibu langsung jadi pelatih timnas," tegasnya.

Editor : Tjatur Wiharyo