Kamis, 24 April 2014
Evra dan Suarez Segera Berdamai
Penulis: Ary Wibowo | Kamis, 20 September 2012 | 01:44 WIB
Dibaca:
|
Share:
AP Photo/Jon Super
Bek Manchester United, Patrice Evra (kanan), berupaya menjabat tangan striker Liverpool, Luis Suarez (kiri), pada laga Liga Primer di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (11/2). Suarez menolak bersalaman dengan Evra dalam pertandingan pertama setelah sanksi larangan delapan kali bertanding karena bertindak rasialis terhadap Evra, Oktober 2011.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Bek Manchester United, Patrice Evra, dan penyerang Liverpool, Luis Suarez, tampaknya akan segera berdamai atas insiden berbau rasial yang terjadi musim lalu. Seperti dilansir Sky Sports, kedua pemain itu dikabarkan akan berjabat tangan saat timnya bertemu di laga lanjutan Premier League, Minggu (23/9/2012).

Salah satu faktor hal itu akan dilakukan karena Pelatih Sir Alex Ferguson telah menyatakan bahwa timnya akan mendukung penuh Liverpool terkait laporan penyelidikan Tragedi Hillsborough yang dirilis pada Rabu (12/9/2012). Insiden yang mengakibatkan 96 fans tewas di Sheffield itu akhirnya menunjuk pihak kepolisian Yorkshire Selatan dan sejumlah politisi sebagai pihak yang bersalah.

Adapun awal mula dendam antara kedua pemain tersebut terjadi pada Oktober tahun lalu, ketika Suarez melakukan pelecehan rasial kepada Evra. Atas kasus itu, Suarez pun mendapat sanksi larangan bermain dalam delapan pertandingan dari FA.

Setelah itu, setiap pertandingan antara Liverpool dan MU, perseteruan kedua pemain tersebut semakin memanas. Apalagi, setelah Suarez menolak berjabat tangan dengan Patrice Evra saat Manchester United dan Liverpool, Sabtu (11/2/2012).

Tak lama setelah peluit berbunyi panjang, Evra merayakan kemenangan 2-1 MU di dekat Suarez yang tengah melangkah menuju ruang ganti. Sejumlah kalangan menilai sikap Evra itu berlebihan dan merupakan reaksi atas tindakan Suarez menolak berjabat tangan dengannya.

Sumber :
Sky Sports
Editor : Daniel Sasongko