
LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Chelsea, Roberto Di Matteo, menilai Juventus adalah salah satu lawan terberat skuadnya dalam Grup E Liga Champions musim ini. Menurutnya, rekor tak terkalahkan hingga saat ini di Serie-A adalah salah satu kehebatan tim asuhan Antonio Conte tersebut.
Kemenangan 3-1 melawan Genoa dalam lanjutan Serie-A akhir pekan lalu memperpanjang rekor tak terkalahkan Juventus menjadi 42 pertandingan. Secara keseluruhan, "La Vecchia Signora" mencatat 26 kemenangan dan 16 hasil seri sejak Serie-A musim lalu.
"Juventus adalah tim yang sangat kuat. Semua orang mengakui itu, dan mereka sedang berada di sebuah rekor tak terkalahkan yang cukup panjang," ujar Di Matteo seperti dilansir situs resmi klub.
"Mereka mempunyai banyak pemain berkualitas, pengalaman, dan pemain muda. Ini adalah salah satu tim yang tersulit yang akan kami hadapi di grup ini," lanjutnya lagi.
Menurut Di Matteo, Juventus akan datang ke Stamford Bridge untuk meraih hasil setidaknya bisa menahan imbang Chelsea. Pasalnya, pelatih asal Italia ini menilai, Andrea Pirlo dan kawan-kawan akan lebih banyak main bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Hal itu diungkapkan Di Matteo berdasarkan hasil pertemuan kedua tim di Liga Champions 2009. Di partai kandang, Chelsea berhasil menang 1-0 berkat gol Didier Drogba. Sementara ketika bertandang ke Italia, kedua tim bermain imbang 2-2.
"(Permainan) mereka akan sama ketika datang ke mari beberapa tahun lalu. Mereka akan memaksa kami bermain dengan gayanya. Mereka suka untuk memenangkan bola, tetapi kami juga akan mencoba untuk membatasi ruang mereka dalam lapangan," tuturnya.
Chelsea dan Juventus tergabung di Grup E bersama Shakhtar Donetsk dan Nordsjaelland. Meski "The Blues" dan "I Bianconerri" merupakan favorit dalam grup ini, Di Matteo menyatakan tidak akan meremehkan dua tim lainnya.
"Kami mempunyai tiga juara di grup ini, dari Italia, Ukraina, dan Denmark. Jadi, itu akan menjadi grup yang sulit. Bukan hanya mereka, melainkan semua tim yang bergabung di Liga Champions musim ini sangat kuat. Turnamen ini akan menjadi sangat kompetitif dan mungkin akan lebih sulit daripada tahun lalu," kata Di Matteo.